CYBR: Laba Q3-2025 Melonjak 1.247% di Tengah Duka Direksi, Kontrak US$60 Juta Perkuat Prospek ITSEC Asia

CYBR: Laba Q3-2025 Melonjak 1.247% di Tengah Duka Direksi, Kontrak US$60 Juta Perkuat Prospek ITSEC Asia

trading sekarang

Di tengah gelombang perubahan di papan atas industri keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mengumumkan kabar duka atas meninggalnya Direktur Perseroan, Bima Kurniawan, pada 14 Februari 2026. Berita itu mengguncang dinamika kepemimpinan, namun tidak memupus fokus perusahaan pada agenda transformasi. Pasar pun memantau bagaimana manajemen menilai kabar ini sambil menjaga kelangsungan program-program strategis yang telah berjalan.

Menyusul konfirmasi resmi, perseroan menyampaikan bahwa susunan direksi akan diisi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Keputusan tersebut diharapkan menetapkan arah tata kelola dan kepemimpinan yang diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Di tengah ketidakpastian, manajemen menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan operasional dan jalur strategis yang telah ditetapkan.

Melihat sisi keuangan, CYBR mencatat laba bersih sebesar Rp11,5 miliar hingga kuartal III-2025, berbalik dari rugi Rp42,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba mencapai 1.247 persen secara tahunan disertai laba bersih per saham Rp1,72. Secara operasional, kontrak senilai USD60 juta untuk penyelenggaraan pelatihan keamanan siber dan AI juga telah diakui, memperluas eksposur perseroan pada sektor publik melalui anak usaha ITSEC Cyber Academy selama empat tahun ke depan.

RUPS yang dijadwalkan dalam waktu dekat akan menjadi momen krusial bagi CYBR untuk menentukan pengisian kursi direktur perseroan secara definitif. Manajemen menegaskan bahwa proses ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan bertujuan menjaga kesinambungan program kerja. Dalam konteks ini, arah kebijakan korporasi akan menjadi kunci menjaga kepercayaan investor dan mitra kerja.

Secara fundamental, kinerja CYBR menunjukkan dinamika positif meski kondisi makro masih rapuh. Laba bersih kuartal III-2025 yang besar menjadi bukti adanya efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan. Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan minat investor yang meningkat seiring proyeksi pertumbuhan berkelanjutan.

Selain itu, kontrak pelatihan keamanan siber dan AI dari Republik Technetronic Nusantara memberi landasan pertumbuhan baru bagi anak usaha ITSEC Cyber Academy selama empat tahun ke depan. Kemitraan dengan lembaga pemerintah menambah kepercayaan pada model bisnis CYBR yang berfokus pada solusi keamanan siber dan AI. Perseroan berharap sinergi ini akan mendorong skalabilitas program pelatihan dan peluang kontrak serupa di masa mendatang.

broker terbaik indonesia