ASII Selesaikan Buyback Rp685 Miliar dalam 1 Bulan: Likuiditas Kuat Astra dan Implikasinya bagi Harga Saham

ASII Selesaikan Buyback Rp685 Miliar dalam 1 Bulan: Likuiditas Kuat Astra dan Implikasinya bagi Harga Saham

trading sekarang

PT Astra International Tbk ASII menuntaskan pembelian kembali saham (buyback) yang berlangsung dalam periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026. Selama periode tersebut perseroan membeli 104.850.800 saham dengan total nilai Rp685 miliar. Realisasi ini merupakan bagian dari alokasi buyback Rp2 triliun yang diumumkan pada Januari 2026.

Secara kumulatif, dua periode buyback menyentuh sekitar 410 juta saham, yakni kurang dari 1 persen dari total saham beredar. Rata-rata harga pembelian saham selama periode tersebut tercatat Rp6.532 per saham, mendekati kisaran harga pada periode sebelumnya sebesar Rp6.552. Pergerakan ini menunjukkan adanya upaya perusahaan menjaga likuiditas sambil menata struktur modal.

Hingga data terakhir, ASII diperdagangkan stabil dengan kenaikan tipis di level Rp6.675 sebelum jeda sesi siang. Corporate Secretary Astra, Gita Tiffany Boer, menjelaskan bahwa buyback dilakukan untuk memanfaatkan likuiditas perusahaan yang cukup kuat. Menurut laporan keuangan, posisi kas dan setara kas per 30 September 2025 mencapai Rp54,7 triliun, menandakan kapasitas permodalan yang sehat.

Pembelian kembali saham meningkatkan kebijakan tata kelola perusahaan yang berorientasi pada pemegang saham. Dengan kas Rp54,7 triliun, Astra menunjukkan kemampuan untuk membiayai langkah strategis tanpa mengorbankan likuiditas. Buyback juga dapat menjadi sinyal positif mengenai valuasi jangka menengah saham ASII.

Aksi buyback mencerminkan disiplin keuangan dan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka menengah. Namun, dampak terhadap harga saham masih tergantung pada dinamika pasar dan sentimen investor. Harga ASII sekitar Rp6.675 menjelang jeda sesi siang memperlihatkan stabilitas, meski volume transaksi bisa berfluktuasi.

Sebagai laporan dari Cetro Trading Insight, langkah ini menegaskan kesehatan likuiditas dan permodalan Astra. Dengan stimulus internal seperti buyback, investor disarankan memantau faktor fundamental lain seperti arus kas dan prospek industri otomotif serta infrastruktur di Indonesia. Secara keseluruhan, sinyal fundamental dari cerita buyback ini lebih relevan untuk keputusan investasi jangka menengah, bukan untuk trading jangka pendek.

broker terbaik indonesia