AUD/JPY berhasil menembus level kunci 111.00 setelah data inflasi Australia merespons pasar dengan ekspektasi bahwa RBA akan melanjutkan kebijakan pengetatan. Pergerakan ini menandai momentum bullish yang kuat dan irama kenaikan harga yang berlanjut ke sisi atas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
RSI berada di wilayah overbought, menandai kekuatan tren saat ini. Meski demikian, pergerakan di atas 111.47 membuka pintu menuju 112.00, dengan 113.00 dipandang sebagai target ekstensi jika momentum tetap terjaga. Keberlanjutan tren tetap bergantung pada bagaimana pasar menerjemahkan data inflasi dan ekspektasi kebijakan tersebut.
Pada saat ini AUD/JPY diperdagangkan sekitar 111.38. Jika harga menembus 111.47, jalur menuju 112.00 semakin jelas dan 113.00 menjadi tujuan berikutnya. ATR sekitar 111 pip menandakan volatilitas yang cukup signifikan untuk sekarang.
Inflasi yang kuat di Australia memicu ekspektasi bahwa RBA akan menambah pengetatan kebijakan suku bunga. Pasangan AUD/JPY pun merespons dengan pergeseran minat investor untuk membeli AUD terhadap JPY.
Faktor fundamental ini sering memperkuat sinyal teknikal yang terlihat. Investor menimbang dampak data inflasi terhadap bias kebijakan moneter Australia dalam beberapa bulan ke depan. Dinamika ini bisa menjaga arus pembelian AUD selama beberapa sesi.
Selain faktor domestik Australia, kondisi ekonomi Jepang dan risiko global turut membentuk volatilitas pasangan ini. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat gerak harga cenderung berisiko, sehingga trader perlu berhati-hati dalam merencanakan entry dan exit.
Bagi trader, breakout di atas 111.47 menjadi sinyal beli yang cocok mengikuti tren saat ini, meski RSI menunjukkan wilayah overbought. Arah ke atas tetap terbuka jika momentum tidak terganggu, dengan target di 112.00 dan 113.00 sebagai tujuan utama.
Level kunci yang perlu diawasi meliputi 111.00 sebagai pondasi, 111.47 sebagai konfirmasi, serta 112.00 dan 113.00 sebagai target ekstensi jika momentum tetap kuat. Penempatan posisi yang tepat tergantung pada manajemen risiko yang konsisten dengan kerangka RR 1:1.5.
Rencana manajemen risiko menempatkan take profit di sekitar 113.00 dan stop loss sekitar 110.30 untuk menjaga rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Dengan setting ini, peluang keuntungan dapat lebih besar daripada risiko sesuai skenario teknikal yang ada.