WTI Menguat Menuju USD 65,60: Ketegangan AS-Iran dan Inventori EIA Mempengaruhi Pasar Minyak

Signal /WTIBUY
Open65.600
TP68.600
SL63.600
trading sekarang

WTI diperdagangkan sekitar $65.60 dalam jam Asia pada hari Kamis, menandai momentum pembelian jelang pertemuan antara AS dan Iran di Jenewa. Pasar tetap fokus pada kemungkinan eskalasi, karena ketegangan geopolitik sering memicu volatilitas harga minyak.

Seiring itu, data dari EIA menunjukkan lonjakan inventori minyak mentah AS yang terbesar dalam tiga tahun. Pada minggu yang berakhir 20 Februari, persediaan minyak AS naik sekitar 15,989 juta barel, menambah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Menurut Cetro Trading Insight, faktor-faktor geopolitik dan dinamika pasokan dapat menjaga sentimen pasar tetap fluktuatif dalam beberapa hari mendatang, meskipun momentum teknikal saat ini mendukung pergerakan ke atas.

Para pejabat Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Jenewa untuk putaran ketiga pembicaraan tidak langsung pada Kamis, meskipun latar belakang tensi tetap tinggi. Pasar menunggu tanda keterbukaan dari Iran terhadap negosiasi program nuklirnya, yang dapat memicu gerak harga jika ada kemajuan negosiasi.

Menurut analis Price Futures Group, pasar cenderung melihat adanya peluang dialog yang konstruktif meski risiko serangan tetap ada. Kondisi ini menambah probabilitas volatilitas tinggi di pasar minyak dalam beberapa hari mendatang.

Walaupun peluang negosiasi ada, pasar tetap berhati-hati karena potensi eskalasi militer yang akan menambah ketidakpastian. Dengan demikian, pergerakan harga WTI bisa berfluktuasi di antara tekanan geopolitik dan dinamika supply-demand yang lebih luas.

Bagi trader, tekanan geopolitik dan lonjakan inventori dapat menciptakan peluang transaksi, terutama jika harga menembus level resistance tertentu. Dalam konteks saat ini, pembacaan fundamental sejalan dengan potensi kenaikan jika risiko eksternal berkurang.

Untuk manajemen risiko, disarankan memasang stop loss yang realistis dan mempertimbangkan volatilitas yang tinggi. Rekomendasi trading sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan horizon waktu karena faktor geopolitik dapat berubah dengan cepat.

Secara umum, sentimen pasar saat ini cenderung moderat bullish dalam jangka pendek jika tensi mereda, namun tetap waspada terhadap lonjakan inventori. Investor dianjurkan memantau perkembangan diskusi di Jenewa dan laporan EIA secara berkala.

ParameterNilai
Open65.60
Take Profit (TP)68.60
Stop Loss (SL)63.60
broker terbaik indonesia