Perak dalam pasangan XAGUSD kembali menarik minat sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi AS. Pasar melihat bahwa logam mulia ini sering dipandang sebagai perlindungan nilai ketika risiko finansial meningkat. Harga perak diperdagangkan mendekati level sekitar 90 dolar AS per troy ounce, memberikan gambaran tentang arah jangka pendek.
Kondisi politik dan kebijakan fiskal AS turut menambah dinamika risiko di pasar komoditas. Ketegangan antara pembuat kebijakan dan faktor geopolitik memperkuat permintaan terhadap aset pelindung nilai. Analis juga mencatat bahwa dinamika geopolitik bisa memperkaya peluang bagi perak meski volatilitas memburu.
Meski demikian, potensi kenaikan lebih lanjut pada perak tetap terbatas. Ekspektasi pemotongan suku bunga Fed di masa mendatang mulai pudar karena data inflasi yang tetap kuat. Para pelaku pasar menunggu konfirmasi lebih lanjut dari kebijakan bank sentral sebelum mengambil posisi besar.
Di kancah kebijakan AS, State of the Union menegaskan belum ada rencana pelonggaran kebijakan tarif yang signifikan dalam waktu dekat. Kebijakan tarif Section 122 dinaikkan menjadi 10 persen, meski sebelumnya ada spekulasi mengenai pelonggaran. Pasar menilai langkah ini menambah beban biaya dan memperburuk sentimen perdagangan global.
Trump secara tegas menyatakan bahwa tidak ada pelonggaran tarif pada saat ini. Hal ini menambah tekanan bagi sektor perdagangan dan menambah risiko bagi perekonomian AS. Investor juga memperhatikan bagaimana kebijakan tarif mempengaruhi aliran modal ke aset berisiko termasuk logam mulia.
Dalam nada yang berbeda, beberapa pejabat lembaga internasional menyoroti nuansa dovish terhadap kebijakan moneter. IMF menyebut bahwa arus inflasi barang di AS dipengaruhi oleh tarif dan menyarankan penurunan suku bunga federal menuju kisaran yang lebih rendah bisa sesuai dengan pemulihan tenaga kerja penuh. Namun IMF juga menekankan bahwa langkah fiskal yang kuat diperlukan untuk menjaga kelangsungan utang publik pada jalur yang berkelanjutan.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkatkan permintaan safe-haven terhadap perak. Analis menilai premi risiko meningkat seiring eskalasi retorika militer. Investor juga melihat bahwa perak menjadi alat lindung nilai ketika risiko geopolitik meningkat.
Investors menanti putaran negosiasi nuklir AS Iran di Jenewa yang dijadwalkan. Para pelaku pasar menilai hasil pembicaraan dapat memicu volatilitas tambahan pada logam mulia serta mempengaruhi aliran modal ke aset safe-haven. Ketidakpastian kebijakan luar negeri menambah tekanan pada pasar logam mulia.
Secara umum, perak tetap menjadi sorotan karena sifatnya sebagai pelindung nilai walaupun sinyal pemotongan suku bunga Fed menjadi kurang jelas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.