AUD/JPY Tertekan Yen Menguat; Intervensi Potensial BoJ dan Proyeksi Kenaikan Suku Bunga RBA

trading sekarang

AUD/JPY merosot mendekati 106,00 seiring Yen menunjukkan kekuatan meluas di seluruh pasar mata uang utama. Pergerakan ini terjadi saat sesi Eropa dibuka, dan investor menilai risiko global yang sedang berubah. Penutupan di sekitar level ini mencerminkan tekanan pada posisi carry trade yang terkait dengan perbedaan suku bunga antara Jepang dan Australia.

Konfrontasi antara optimisme pertumbuhan dan intervensi pemerintah Jepang menambah volatilitas. Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan pemerintah tidak segan menindak gerak mata uang yang berlebihan. Klaim tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar jangka pendek meski Bank of Japan tampak berhati-hati.

Di sisi kebijakan fiskal, fokus beralih pada langkah-langkah untuk melonggarkan kondisi fiskal. Takaichi menekankan penangguhan pajak konsumsi sebesar 8% selama dua tahun sebagai bagian dari agenda ekonominya. Sementara itu, data IHK Australia untuk Q4 dan Desember 2025 menjadi kunci arah AUD dalam beberapa hari mendatang, dengan ekspektasi data dapat memicu reaksi kebijakan RBA.

Analisis menyeluruh mengindikasikan bahwa faktor fundamental lebih dominan dalam dinamika AUD/JPY saat ini dibandingkan isyarat teknikal kecil. Secara teknis, pasangan masih berada dalam tren bearish jangka pendek setelah gagal menembus area resistance utama. Namun, beberapa momentum mikro menunjukkan potensi pembalikan jika data lokal Australia mendatang memenuhi ekspektasi.

Faktor kebijakan Jepang memperkaya narasi pasar. BoJ mempertahankan suku bunga pada 0,75% pada pertemuan terakhir, sambil membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut jika data fiskal dan inflasi mendukung. Di sisi lain, komentar Takaichi tentang intervensi menambah tekanan pada yen dan memicu kehati-hatian di kalangan pedagang yang mencoba menilai biaya intervensi terhadap stabilitas pasar.

Untuk AUDJPY, data IHK Australia yang diperkirakan tumbuh 3,6% secara tahunan pada Q4 2025 menjadi penentu arah lebih lanjut. Ada indikasi pasar menilai probabilitas kenaikan suku bunga RBA sekitar 60% pada pertemuan kebijakan berikutnya, yang jika terealisasi berpotensi menguatkan AUD terhadap JPY. Meskipun demikian, ketidakpastian fiskal dan sinyal kebijakan BoJ tetap menjadi risiko utama yang membatasi gerak pasangan di dekat level saat ini.

broker terbaik indonesia