Nilai AUD menunjukkan kekuatan relatif di awal sesi pasar Eropa karena para trader menanti rilis data inflasi Januari. Pasangan AUDUSD diperdagangkan mendekati 0.7065, sedikit lebih tinggi dari level sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan minat investor untuk memetakan bagaimana angka inflasi bisa mempengaruhi langkah kebijakan bank sentral Australia.
Para analis memperkirakan CPI tahunan Januari berada di sekitar 3.7 persen, sedikit menurun dari 3.8 persen pada Desember. Sisi Trimmed Mean CPI diperkirakan naik sekitar 3.3 persen, menandakan bahwa tekanan harga masih ada meski mulai melunak. Peluang kebijakan moneter RBA tetap mempertahankan jalur kenaikan jika inflasi tidak melambat lebih lanjut.
RBA menggelar pertemuan kebijakan bulan ini dan menaikkan OCR sebesar 25 basis poin menjadi 3.85 persen, sambil menyatakan pintu terbuka untuk kenaikan lebih lanjut jika risiko inflasi tetap tinggi. Pesan tersebut memperkuat narasi bahwa AUD bisa tetap volatil menjelang data CPI, karena pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap langkah berikutnya. Cetro Trading Insight menilai data CPI akan menjadi konsolidator utama bagi sentimen pasar.
Di sisi lain dolar AS bergerak lebih kuat secara umum meski ada ancaman tarif baru dari presiden AS. Indeks DXY terlihat mendekati 97.80, memperlihatkan kenaikan sekitar 0.12 persen pada sesi tersebut. Sentimen perdagangan global tetap dipicu oleh dinamika kebijakan dan tindakan proteksionis yang sedang berlangsung.
Meski AUD menunjukkan kekuatan, dolar AS mempertahankan performa lebih kuat terhadap mata uang lain karena ketegangan perdagangan dan perbedaan kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama. Investor tetap waspada terhadap bagaimana ancaman tarif dan kebijakan fiskal mempengaruhi arus modal serta likuiditas pasar. Kondisi tersebut menjaga volatilitas pasar mata uang tetap tinggi.
Melihat ke depan pelaku pasar menunggu data CPI Australia serta petunjuk kebijakan RBA untuk arah jangka pendek. Pembaca di Cetro Trading Insight mendapatkan analisa kontekstual tentang bagaimana kombinasi data inflasi, kebijakan moneter, dan risiko perdagangan global bisa membentuk pergerakan pasangan AUDUSD. Catatan ini disampaikan untuk kebijakan umum pembaca; tidak ada rekomendasi trading spesifik dalam materi ini.