AUD/USD datar didorong ekspektasi RBA hawkish sambil menanti data inflasi TD-MI dan PMI AS

AUD/USD datar didorong ekspektasi RBA hawkish sambil menanti data inflasi TD-MI dan PMI AS

trading sekarang

AUD/USD bergerak relatif datar pada Jumat, meski dolar AS mundur setelah data PPI yang kuat dirilis. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang sedang menimbang arah jangka pendek pasangan mata uang ini. Pelaku pasar tetap berhati-hati menunggu kejutan data berikutnya untuk mendapatkan kepastian arah.

PPI produksi secara keseluruhan naik 0,5% MoM, melampaui proyeksi 0,3%. Desember direvisi naik menjadi 0,4% dari 0,5%. Secara tahunan, indeks harga produksi meningkat 2,9% dan komponen inti (tanpa makanan dan energi) naik 0,8% MoM, lebih tinggi dari ekspektasi.

Inflasi yang lebih kuat menambah bukti bahwa tekanan harga masih melekat pada ekonomi AS. Hal ini memperkuat argumen untuk menjaga kebijakan moneter yang restriktif lebih lama meskipun pasar terus mempertimbangkan kapan pemangkasan akan dimulai. Menurut CME FedWatch, pasar luas memperkirakan Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Maret dan April, dengan kemungkinan pemotongan baru pada Juni sebagai pilihan awal untuk pelonggaran kebijakan.

RBA tetap berada di atas target inflasi 2-3% dan dukungan pada sikap hawkish mendorong kepercayaan terhadap AUD. Kebijakan tersebut menempatkan AUD dalam posisi yang lebih kuat dibanding mata uang utama lainnya. Investor menilai bahwa kejutan kebijakan positif bagi AUD masih mungkin dalam beberapa bulan ke depan.

Meski rapat Maret bisa menjadi pause untuk menilai dampak kenaikan Februari, banyak analis dan bank besar memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Mei. Hal itu akan menaikkan cash rate menjadi sekitar 4,10%. Ekspektasi ini menempatkan AUD pada pijakan yang lebih kokoh meskipun risiko global tetap ada.

Langkah kebijakan RBA yang lebih tegas memberi dukungan bagi AUD dalam konteks inflasi domestik yang relatif tetap tinggi. Pasar juga menantikan rilis TD-MI Inflation Gauge Australia untuk menilai tekanan harga akhir-akhir ini. Angka-angka itu akan mempengaruhi pandangan investor terhadap arah pasangan AUDUSD.

Di luar dinamika domestik, pasar juga menantikan rilis US Manufacturing PMI yang akan dirilis hari Senin. Data tersebut menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan Federal Reserve. Hasilnya bisa mempengaruhi likuiditas dolar AS dan volatilitas pasangan AUDUSD secara signifikan.

Jika PMI AS menunjukkan ekspansi yang kuat, dolar bisa menguat dan menekan AUDUSD. Sebaliknya, angka yang lebih lemah dapat mendukung AUD untuk menguat sedikit jika ekspektasi kebijakan AS melunak. Pasar akan menilai bagaimana data itu menimbang sinyal tentang sikap kebijakan fiskal dan moneter kedua negara.

Singkatnya, arah AUD/USD akan sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter dan data inflasi serta aktivitas manufaktur yang akan datang. Investor tetap disarankan memantau perkembangan suku bunga acuan dan level teknikal untuk mengoptimalkan potensi trading. Sembari volatilitas tetap ada, pendekatan berbasis analisa fundamental akan menjadi kunci dalam menginterpretasi pergerakan pasangan mata uang ini.

broker terbaik indonesia