AUD/USD telah melemah tipis setelah dua hari kenaikan, tertahan oleh data sentimen konsumen Australia yang lemah. Westpac melaporkan Consumer Confidence turun 2,6 persen pada Februari, menjadi penurunan bulanan ketiga berturut-turut. Hal ini menambah perhatian pasar pada prospek RBA yang cenderung lebih ketat karena inflasi yang masih tinggi di domestik.
Nilai tukar relatif didorong oleh aliran dolar AS yang secara umum melemah, sehingga AUD bisa bertahan meski tekanan pada AUD/USD meningkat. Indeks dolar AS DXY diperdagangkan mendatar di sekitar level 96,80, mendekati posisi terendah lebih dari seminggu, sehingga menahan tekanan penurunan lebih lanjut pada pasangan ini.
Pada penulisan saat ini, AUD/USD berada di sekitar 0,7070 mendekati level tinggi tiga tahun dan mencatat area harga yang relatif kuat meski terdapat tekanan dari data domestik. Pasar menanti data NFP, CPI, dan inflasi China yang dapat menjadi katalis untuk arahan berikutnya. Kondisi ini mewarnai gelagat investor yang cenderung berhati-hati dan fokus pada kejutan data mendatang.
Bank sentral Australia melakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85 persen pada awal bulan ini sebagai respons terhadap inflasi yang tetap tinggi. Tindakan ini menambah beban pada konsumen yang sudah membebani rencana belanja rumah tangga dan menguatkan ekspektasi atas kemungkinan ada kenaikan lebih lanjut di pertemuan bulan Maret. Namun, beberapa analis menilai bahwa dewan kebijakan lebih cenderung menahan langkah berikutnya sampai data inflasi kuartalan dirilis.
Di sisi Amerika Serikat, data penjualan ritel yang lebih lemah memantapkan ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve. Paket pasar saat ini memperkirakan sekitar 50 basis poin pemotongan pada tahun ini, menambah dinamika pada likuiditas global dan memberi tekanan pada dolar AS secara luas. Kondisi ini membuat AUD berada pada posisi lebih menarik dibanding dolar AS meskipun driver domestik Australia tetap relevan.
Investor juga menantikan beberapa data utama seperti Nonfarm Payrolls NFP yang rilis pada Rabu dan laporan Consumer Price Index CPI pada Jumat, selain inflasi China yang dijadwalkan dirilis pada minggu ini. Data tersebut dipandang sebagai penentu arah menuju sikap kebijakan moneter global dan akan mempengaruhi volatilitas pasangan AUD/USD. Ketidakpastian global menambah potensi pergerakan jangka pendek meski tren dasar belum jelas.
Dengan rentetan data penting yang akan dirilis, AUD/USD berpotensi untuk bergerak lebih besar jika kejutan data tidak sesuai ekspektasi pasar. Katalis utama seperti data inflasi China dan CPI AS dapat menggeser sentimen terhadap AUD terhadap dolar AS dan memengaruhi arus perdagangan lintas wilayah. Sisi teknikal juga menunjukkan peluang terbatas, karena pergerakan harga masih terduga oleh bias dolar AS yang relatif lemah namun didorong oleh sentimen global.
Para pelaku pasar mungkin akan mengambil posisi yang lebih hati-hati menunggu konfirmasi dari data NFP dan CPI, sambil memantau bagaimana RBA dan kebijakan moneter AS membentuk jalur suku bunga ke depan. Perubahan kebijakan di kedua ekonomi utama tersebut akan menentukan apakah AUD/USD akan melanjutkan pergerakan sideways atau menguji level support dan resistance utama. Risiko gejolak pasar tetap ada karena ketidakpastian terkait inflasi global dan dinamika kebijakan bank sentral.
Secara keseluruhan, arah AUD/USD masih bergantung pada kejutan data ekononomi mendatang dan respons kebijakan bank sentral kedua negara. Pasar diperkirakan tetap waspada sambil menimbang proyeksi pemangkasan suku bunga AS dan dinamika harga di China, yang semuanya bisa memperbarui jalur perdagangan pasangan ini. Cetro Trading Insight akan terus memantau rilis data dan memberikan pembaruan analisis seiring berkembangnya berita ekonomi.