WTI Turun di Tengah Relaksasi Geopolitik, Pasokan Global Jadi Fokus Jelang Data API

Signal US/OILSELL
Open63.900
TP62.000
SL65.000
trading sekarang

Harga minyak WTI berada di sekitar 63.9 dolar per barel, turun sekitar 0.4 persen pada sesi perdagangan saat ini. Para pelaku pasar menilai penurunan ini dipicu oleh pelonggaran ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang menurunkan premi risiko. Analisis oleh Cetro Trading Insight menekankan bahwa dinamika harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan berita pendek dan indikator makro global.

Terlepas dari pelonggaran risiko, potensi gangguan pasokan di wilayah Timur Tengah tetap menjadi risiko yang dihargai oleh pasar. Pihak berwenang Iran dan AS menegaskan kemauan untuk melanjutkan pembicaraan secara tidak langsung, yang dinilai konstruktif oleh otoritas Iran. Hal ini berkontribusi pada penurunan premi risiko geopolitik yang sebelumnya menahan harga minyak di level lebih tinggi.

Di sisi permintaan, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh harapan terhadap laporan inventori mingguan, terutama dari API, yang akan dirilis dalam beberapa jam mendatang. Para traders menunggu sinyal-sinyal terkini tentang perubahan supply global. Secara teknikal, pergerakan harga diperkirakan responsif terhadap data tersebut dan perkembangan berita selanjutnya.

Dari sisi pasokan, ekspor minyak mentah Venezuela melonjak di awal tahun ini menjadi sekitar 800 ribu barel per hari pada Januari, naik tajam dibanding bulan sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan perbaikan arus pasokan dari Amerika Latin yang menambah likuiditas pasar minyak global. Dampaknya, potensi kenaikan harga WTI terbatas karena aliran minyak yang lebih besar menambah pasokan global.

Lonjakan aliran minyak dari Amerika Latin memperkuat ekspektasi bahwa pasar minyak global lebih terjaga pasokan. Investor menilai bahwa peningkatan pasokan dapat menjaga keseimbangan pasar meskipun ada risiko geopolitik yang berterusan. Secara umum, prospek pasokan yang lebih baik mendukung pergerakan harga ke sisi bawah dalam beberapa minggu mendatang.

Namun ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tetap ada, meskipun beberapa tanda meredanya risiko. Amerika Serikat telah mengarahkan kapal berdaftar AS untuk menghindari perairan Iran, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur kunci perdagangan minyak. Pernyataan dari pejabat Iran juga menekankan bahwa risiko eskalasi belum sepenuhnya dapat dihilangkan, menjaga volatilitas pasar.

Di tengah latar belakang yang campur aduk, perhatian pasar beralih ke indikator jangka pendek. Laporan persediaan mingguan API yang akan dirilis nanti pada hari ini bisa menjadi katalis utama bagi pergerakan harga WTI dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan.

Analisis pasar menunjukkan bahwa arah harga sangat bergantung pada hasil data API dan dinamika pasar secara keseluruhan. Jika laporan menunjukkan peningkatan persediaan secara tak terduga, tekanan ke bawah bisa berlanjut; sebaliknya jika data menunjukkan penarikan persediaan, peluang reli bisa muncul.

Dalam konteks saat ini, pandangan trading menekankan kehati-hatian dengan target risiko-imbalan yang masuk akal. Sinyal dari analisis Cetro Trading Insight menempatkan preferensi pada posisi jual, dengan open sekitar 63.9, target keuntungan 62.0 dan batas kerugian di 65.0, menjaga rasio risiko/imbalan minimal mendekati 1:1.5.

broker terbaik indonesia