Menurut laporan yang dianalisis, data ADP AS menunjukkan sektor swasta menambah sekitar 6,5 ribu pekerjaan dalam empat minggu hingga 24 Januari, membaik dari 5 ribu pada pekan sebelumnya. Pembacaan ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap bertahan meski dinamika konsumsi rumah tangga berubah-ubah. Dari sisi kebijakan, angka-angka ini menjadi bahan pertimbangan saat investor menilai arah kebijakan moneter kedepan.
Sementara itu, data penjualan ritel Desember menunjukkan stagnasi, tidak mengalami kenaikan meski ekspektasi mencapai 0,4% dan di bawah lonjakan November 0,6%. Kondisi ini memperkuat gambaran bahwa permintaan domestik tetap menjadi faktor pembentuk laju ekonomi. Pasar pun menimbang bagaimana NFP dan CPI akan memantapkan bias terhadap dolar ke depan.
Di saat yang sama, indeks dolar DXY berada dekat level 96,80, pulih sebagian dari kerugian intraday karena para pelaku pasar menunggu rilis NFP (Januari) dan CPI (Januari) pekan ini. Pergerakan dolar ini menyiratkan potensi kejutan pada ekspektasi kebijakan Fed jika data selanjutnya menunjukkan tenaga kerja yang kuat atau inflasi yang lebih tinggi. Cetro Trading Insight menilai pasar cenderung defensif hingga data utama keluar.
GBPUSD diperdagangkan sekitar 1,3650 setelah Bank of England mengumumkan kebijakan hold yang dovish, dengan harga pasar memasukkan peluang pemotongan suku bunga 50 basis poin menjelang akhir tahun. Ketika BoE mencoba menahan jalur kebijakan, pelaku pasar akan fokus pada data inflasi dan pertumbuhan yang bisa menggeser ekspektasi. Hal ini meningkatkan volatilitas jangka pendek pada pasangan ini.
EURUSD berada mendekati zona 1,1890 dan memangkas sebagian kenaikan intraday, tetap berada dalam zone netral sambil menunggu rilis flash GDP Zona Euro untuk Q4. Sementara USDJPY turun ke sekitar 154,50, menandai level mingguan terendah setelah pemilihan umum Jepang yang mendukung pemerintahan saat ini. Pergerakan kedua pasangan mencerminkan pergeseran sentimen risiko dan reaksi terhadap kebijakan bank sentral regional.
Selain itu, prospek dolar AS tetap menjadi fokus utama karena data ekonomi global bisa memicu volatilitas lebih lanjut. DXY yang mendekati level historis menambah dinamika pada posisi trader terkait likuiditas, aliran investasi, dan arah pasangan mata uang utama. Pasar memperhatikan komentar para pejabat bank sentral dan faktor geopolitik yang berpotensi memicu ketidakpastian jangka pendek.
Emas terlihat relatif tidak berubah, bergerak sekitar kisaran yang tipis karena gejolak geopolitik mereda dan minat pada aset berisiko tetap terbatas. Meski demikian, pergerakannya tetap dipengaruhi oleh arah dolar AS dan ekspektasi data ekonomi yang akan datang. Aktivitas investor cenderung berhati-hati menimbang preferensi antara perlindungan nilai dan peluang pertumbuhan.
Agenda data pekan ini memperlihatkan fokus pada China CPI (Rabu) dan NFP AS (Rabu), lalu UK GDP flash (Q4) di hari Kamis. Jumat juga ada RBNZ Inflation Expectations (Q1), CPI Swiss, GDP flash Zona Euro (Q4), dan CPI AS. Data-data tersebut dapat menjaga volatilitas pasar jika hasilnya menyimpang dari ekspektasi.
Secara keseluruhan, sinyal trading masih belum jelas berdasarkan informasi yang ada. Pelaku pasar disarankan untuk menjaga manajemen risiko, menilai konfirmasi antara faktor fundamental dan teknikal, serta menunggu data kunci berikutnya sebelum mengambil posisi. Bila data memenuhi ekspektasi, peluang proyeksi jangka pendek pada pasangan utama dan logam mulia bisa terbuka dengan risiko terbatas, sesuai prinsip risiko-imbalan minimal 1:1,5.