Inflasi Australia untuk Januari diperkirakan 3,7% YoY, menurun dari 3,8% pada Desember 2025. Angka ini berfungsi sebagai indikator awal sebelum rilis CPI inti yang lebih luas secara kuartalan. Meskipun angka bulanan tidak mewakili seluruh keranjang harga, ia memberi gambaran momentum inflasi yang sedang berjalan.
Di balik angka inti, fokus kebijakan terletak pada Trimmed Mean dan Weighted Median, ukuran yang menyaring lonjakan ekstrem harga untuk menangkap tren inti. Jika Trimmed Mean tetap tidak menunjukkan pelonggaran, RBA kemungkinan tidak akan melonggarkan kebijakan meskipun ada tanda perlambatan di beberapa sektor. Laporan SMP Februari menandai proyeksi sekitar 60 basis poin kenaikan tahun ini, sebagai perubahan nada dari rencana sebelumnya.
Prediksi pertumbuhan ekonomi Australia di 2,1% hingga Juni mengindikasikan konsumsi dan investasi yang lebih kuat. Namun inflasi tetap menjadi tantangan. Trimmed Mean diperkirakan mencapai 3,7% menjelang pertengahan tahun, dengan inflasi inti sekitar 2,6% pada 2028. Pasar memperkirakan sekitar 39 basis poin pengetatan lagi tahun ini, meskipun OCR kemungkinan tetap di 3,85% pada Maret.
AUDUSD saat ini berada di ujung atas kisaran sekitar 0.7100, menyiratkan momentum positif jangka pendek. Indikator teknikal seperti RSI di atas 62 dan ADX sekitar 43 menunjukkan tren yang kuat dan berkelanjutan. Kondisi ini meningkatkan probabilitas AUD melanjutkan penguatan jika data inflasi dan kebijakan tetap sejalan dengan ekspektasi.
Secara fundamental, skema inflasi Australia yang lebih tinggi dari target menambah tekanan bagi RBA untuk tetap berhati-hati terhadap pelonggaran. Secara teknis, pergerakan bisa menuju 0.7170 sebagai target intraday, dengan stop di 0.7070 untuk menjaga rasio risiko-imbalan. Jika harga menembus support utama di 0.6897, momentum dapat membawa AUD ke level SMA 55 dan 100 hari di sekitar 0.6821 dan 0.6687, mendekati level terendah 2026.
Sinyal trading yang konsisten adalah buy dengan target 0.7170 dan stop 0.7070, memberi risiko-imbalan sekitar 1:2.3. Tetap waspada terhadap perubahan data CPI berikutnya dan pernyataan kebijakan RBA. Skenario ini bergantung pada kejutan data: jika inflasi tetap membara, skenario bullish dapat diuji; sebaliknya volatilitas bisa meningkat dan menunda pembalikan.