Kebijakan Federal Reserve menonjol sebagai faktor penggerak utama pasar. Banyak pejabat Fed menegaskan sikap hawkish, menilai inflasi perlu turun sebelum pemangkasan suku bunga dilakukan. Pasar menilai bahwa kebijakan hawkish ini mendukung pergerakan dolar AS dalam jangka menengah.
Latar belakang ini juga beriringan dengan perkembangan pasar tenaga kerja Amerika. ADP Employment Change empat-minggu rata-rata meningkat, menambah optimisme bahwa pasar kerja stabil dan tetap menjadi pijakan bagi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Data ini menjadi sinyal bahwa inflasi bisa bertahan lebih lama di level yang membuat Federal Reserve waspada.
Indeks dolar, DXY, berada di sekitar 97.80 dan mengalami kenaikan meskipun telah melemah beberapa sesi sebelumnya. Pernyataan dari Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menambah nuansa optimisme terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan jika inflasi kembali ke sasaran, meski jalan menuju itu masih panjang.
EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.1790, dengan perubahan yang relatif terbatas karena ECB tampak menahan kebijakan sambil inflasi tetap dekat target 2%. Pergerakan ini membantu menjaga volatilitas dolar secara moderat. Pada saat yang sama pasar menilai prospek mata uang utama lain tetap kontekstual terhadap dinamika risiko global.
GBP/USD berada di sekitar 1.3510, menguat namun tetap ada ruang bagi tekanan jika sikap kebijakan Bank of England berubah menyusul ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS. Skenario ini menjaga volatilitas pada pasangan terkait cukup terkendali hari ini. Hambatan teknis dan data terkait juga mempengaruhi arah jangka pendek pasangan ini.
USD/JPY melonjak ke level 155.70 setelah laporan bahwa pemerintahan Jepang berhati-hati terhadap kenaikan lebih lanjut suku bunga BoJ. AUD/USD berada di sekitar 0.7060, sementara USD/CAD sekitar 1.3700, menekan beberapa pasangan utama dan memicu reaksi di pasar logam mulia. Harga logam mulia diperdagangkan sekitar 5.155 dolar AS per ons, turun lebih dari 1% setelah dolar menguat.
Rencana data minggu ini mencakup CPI Australia, CPI Tokyo, GDP Swiss Q4, CPI flash Jerman, HICP Jerman, GDP Q4 Kanada, dan PPI AS. Data ini berpotensi menimbulkan gelombang volatilitas pada pasar mata uang dan logam mulia. Investor perlu mengaitkan pergerakan data dengan arah dolar dan risiko geopolitik yang relevan.
Untuk XAUUSD, kombinasi tekanan dari dolar yang kuat dan data inflasi yang membaik dapat menjaga bias penurunan jangka pendek. Investor dianjurkan memperhatikan pergerakan dolar global sebagai konfirmasi arah tren logam mulia. Arbitrage dan diversifikasi posisi juga bisa menjadi opsi manajemen risiko yang layak.
Strategi trading harus mempertimbangkan risk-reward minimal 1:1.5 dengan manajemen risiko ketat. Karena sinyal dari artikel bersifat fundamental dan data bisa berubah, pemantauan rilis data dan skenario kejutan diperlukan sebelum mengambil posisi yang signifikan.