Notulen RBA menunjukkan AUD sedang melemah meskipun data ekonomi beragam. Pembuat kebijakan menekankan ketergantungan pada data masuk dan menegaskan tidak ada jalur suku bunga yang telah ditetapkan. Inflasi yang tetap tinggi serta kondisi keuangan yang lebih longgar menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut.
Para pejabat menegaskan bahwa tanpa respons kebijakan, inflasi diperkirakan akan bertahan di atas target untuk periode yang cukup lama. Risiko kebijakan tetap menguat meski ruang manuver terasa terbatas. Hal ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar mengenai arah kebijakan moneter RBA.
Notulen menekankan pentingnya data sebagai pedoman utama kebijakan, sambil mencatat kekuatan konsumsi rumah tangga dan investasi bisnis sebagai kejutan positif bagi dewan. Gubernur Michele Bullock sebelumnya menyatakan bahwa akselerasi inflasi memberi ruang terbatas untuk tindakan kebijakan. Pasar kini menanti data seperti Wage Price Index Q4 2025 dan laporan tenaga kerja Januari untuk memahami trajektori kebijakan selanjutnya. Catatan: laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
CPI Januari AS yang lebih lemah meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed di paruh kedua tahun ini. Data ini juga memperkuat gagasan bahwa kebijakan moneter AS bisa lebih longgar daripada perkiraan sebelumnya. Sementara itu, Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Januari menunjukkan kenaikan tertinggi dalam lebih dari satu tahun dan tingkat pengangguran turun, menambah dinamika pada pasar tenaga kerja.
Pasar menantikan pertemuan Federal Reserve Minutes, angka PCE inti, dan rilis Produk Domestik Bruto Q4 untuk memahami jarak antara target inflasi 2% dan realisasi inflasi inti. Meskipun inflasi inti melalui PCE masih berada di sekitar 3%, disinflasi belum merata sejak pertengahan 2025. Kondisi ini menjelaskan volatilitas pada pasangan mata uang utama, termasuk AUDUSD.
Dalam konteks AUDUSD, pelemahan dolar AS berpotensi mendukung AUD jika sentimen terhadap aset berisiko tetap kuat. Namun arah pasangan ini tetap bergantung pada data Australia dan respons kebijakan RBA yang belum pasti. Pada sesi Asia, AUDUSD terlihat sekitar 0.7070, dan trader menunggu data penting berikutnya untuk konfirmasi arah.