GBP/USD tetap berada di bawah tekanan untuk hari kedua berturut-turut meski ada uptick moderat pada dolar AS. Pasar cenderung menimbang data ekonomi untuk menentukan arah jangka pendek. Ketidakpastian kebijakan moneter juga meningkatkan volatilitas pada pasangan ini.
Pelaku pasar kini menilai ril data pekerjaan bulanan Inggris sebagai pemicu utama arah pasangan mata uang. Data tersebut diharapkan mengungkap kesehatan lapangan kerja dan potensi tekanan pada inflasi. Respons GBP terhadap data ini secara langsung mempengaruhi langkah kebijakan Bank of England.
Rilis data berikutnya, termasuk CPI Inggris dan risalah FOMC, diproyeksikan menjadi katalis utama untuk pergerakan pasangan. Investor menantikan pandangan kebijakan bank sentral yang akan membentuk jalur suku bunga di masa mendatang. Dolar AS kemungkinan melemah jika ekspektasi pemotongan Fed melambat, memberi dorongan bagi GBP/USD.
Laporan resmi dari Office for National Statistics diperkirakan menunjukkan pelemahan berkelanjutan di pasar tenaga kerja Inggris pada awal 2026. Proyeksi menunjukkan kenaikan klaim pengangguran sekitar 22.8 ribu pada Januari. Tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di kisaran 5.1 persen pada tiga bulan hingga Desember.
Fokus juga tertuju pada laju pertumbuhan upah reguler dan total pendapatan (termasuk bonus) yang diperkirakan melambat. Data tersebut akan mengarahkan ekspektasi mengenai tekanan biaya kerja dan jalur kebijakan BoE. Pergerakan pasar tenaga kerja menjadi kunci bagi rekomendasi kebijakan di kuartal mendatang.
Selain itu, data penjualan ritel Inggris pada hari Jumat serta PMIs flash untuk Inggris dan AS diharapkan menambah volatilitas. Sinyal dari data tersebut akan membentuk pandangan investor terhadap inflasi dan permintaan domestik. Rasio antara pertumbuhan upah, inflasi, dan pekerjaan akan menjadi penentu arah GBP/USD.
Data inflasi konsumsi Inggris yang inti dan total diperkirakan moderat, mempengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan BoE dan potensi pemotongan suku bunga 25 basis poin di Maret. Pasar telah memasang skenario pemotongan yang mendukung sterling jika data menguat. Pergerakan GBP/USD diperkirakan akan meningkat sejalan dengan perubahan imbas kebijakan.
Rilis risalah FOMC pada hari yang sama memberi petunjuk mengenai jalur pemotongan suku bunga Fed. Pasar harga mengisyaratkan dua potongan pada 2026, yang menambah tekanan terhadap dolar jika realisasi berbeda. Kepastian kebijakan Fed menjadi pendorong utama arah USD dalam jangka pendek.
Perkiraan pelonggaran lebih lanjut di AS bisa menjaga tekanan pada dolar dan memberi ruang bagi GBP/USD untuk menguat. Ekspektasi dua potongan Fed di 2026 telah membentuk sentimen pasar, meski volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data utama. Akhir pekan bisa menjadi momen kunci ketika data ritel Inggris dan PMI flash memperkaya arah pergerakan pasangan.