Harga logam mulia tersebut turun sekitar 0,7% pada sesi Asia, didorong oleh volume perdagangan yang tipis akibat libur pasar di China, Hong Kong, dan bagian lain Asia. Pergerakan yang terbatas membuat para investor tetap hati-hati menghadapi berita ekonomi global. Laporan harian ini disusun oleh Cetro Trading Insight, menyoroti dinamika pasar yang sedang berlangsung.
Penurunan harga relatif terbatas karena data CPI AS yang lebih lemah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali pada tahun ini. Para trader menimbang sinyal dari data tersebut dengan kehati-hatian. Risiko pasar tetap terhadap tensi geopolitik dan kejutan data ekonomi di kemudian hari.
Arah kebijakan tetap bergantung pada rilis Fed Minutes, data PCE inti, dan perkembangan PDB Q4 yang akan dirilis dalam minggu ini. Pasar menilai peluang pemotongan suku bunga cukup signifikan meski jalur kebijakan belum pasti. Sementara itu, terdapat penyangga risiko karena permintaan pelindung nilai seperti emas selama gejolak geopolitik meningkat.
Data CPI AS yang lebih lemah memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan melakukan dua pemotongan suku bunga tahun ini. Pasar memperhitungkan langkah-langkah kebijakan yang lebih lunak akan membantu pasar berisiko lebih tinggi. Namun, para analis juga menekankan bahwa momentum inflasi inti masih menunjukkan pelemahan yang tidak seragam.
Menurut CME Group FedWatch, probabilitas pemotongan 25 basis poin pada Juni sekitar 52%, dengan 44% pada Juli. Pasar terus menilai garis kebijakan Fed akan lebih longgar dibandingkan tak lama sebelumnya. Investor menunggu pernyataan atau Minutes Fed untuk konfirmasi arah kebijakan.
Nilai PCE harga pengeluaran konsumsi pribadi inti Fed tetap berada mendekati 3%, mendekati target 2% meskipun disinflasi berjalan tidak merata sejak pertengahan 2025. Instrumen inflasi utama tetap menjadi fokus utama para pembuat kebijakan. Ketika data tersebut berjalan, tekanan pada harga emas dapat menahan penurunan lebih lanjut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat, dengan Iran melakukan latihan maritim di Selat Hormuz sebagai respons terhadap eskalasi militer. Teheran juga menegaskan posisinya menjelang pertemuan terkait negosiasi nuklir dan menambah fokus pada keamanan rute perdagangan utama. Pasar memperhatikan langkah-langkah ini sebagai penopang permintaan perlindung nilai.
Washington telah meningkatkan kehadiran militer di kawasan dengan mengerahkan kapal induk dan memantau situasi secara ketat. Negara-negara lain di wilayah itu juga memantau potensi eskalasi yang bisa memicu perubahan besar pada aliran perdagangan. Investor menunggu pembahasan lebih lanjut yang dapat memengaruhi sentimen risiko global.
Di samping itu, pembicaraan antara Rusia dan Ukraina diperkirakan berlangsung pekan ini, meskipun banyak analis meragukan adanya terobosan signifikan dalam waktu dekat.