EUR/USD memperlihatkan bias turun untuk hari kedua berturut-turut meskipun arah pergerakannya belum tegas. Dolar AS mempertahankan kenaikan moderat dari sesi sebelumnya, sementara ekspektasi pemotongan suku bunga ECB memberi tekanan pada EUR. Dalam suasana pasar yang cenderung tenang, beberapa pedagang memilih menahan posisi sambil menanti rilis data penting AS pada minggu ini. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Secara teknikal, pair ini berada di sekitar area mid-1.18, masih di bawah level 1.18-an yang lebih kuat, ketika aktivitas perdagangan Asia relatif tipis. Gambaran fundamental yang lebih luas membuat posisi bearish tidak terlalu kuat, sebab faktor pendukung pada sisi dolar dan euro saling berlawanan dan saling mengimbangi. Pelaku pasar tampak berhati-hati menghadapi rangkaian data dan pernyataan kebijakan yang akan datang.
Indeks Dolar AS (DXY) tetap menguat di atas 97.00, memberikan tekanan tambahan pada EUR/USD. Di sisi lain, menurunnya inflasi Zona Euro ke level terendah sejak September 2024 menambah argumen bagi ECB untuk memikirkan pemotongan suku bunga, meski upside dolar tetap terbatas oleh ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish. Para pelaku pasar disarankan untuk menahan posisi sebelum melihat sinyal lebih lanjut dari jalur pemotongan Fed dan data utama pekan ini.
Berbagai faktor fundamental menjaga dinamika EUR/USD tetap hangat namun kompleks. Ekspektasi pemotongan suku bunga ECB meningkat sejalan dengan penurunan inflasi Zona Euro ke level terendah, memberikan tekanan terhadap EUR lalu meningkatkan risiko pergerakan ke arah bawah. Sementara itu, pasar juga menimbang bahwa kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish bisa membatasi kekuatan USD secara signifikan, meskipun data ekonomi AS yang lebih lemah bisa mengubah dinamika ini.
Sentimen terhadap dolar dibatasi oleh kekhawatiran mengenai independensi Fed, yang berpotensi mencegah dolar menguat terlalu tajam. Ketika pandangan risiko menahan diri, permintaan terhadap aset aman seperti dolar bisa menurun meskipun ada tekanan dari perbaikan data ekonomi global. Dengan demikian, arah jangka pendek EUR/USD tetap bergantung pada dinamika antara kebijakan bank sentral dan input data ekonomi.
Investors juga fokus pada komunikasi otoritas kebijakan sebelum rilis data utama. Perkiraan FOMC Minutes yang akan dirilis pada hari Rabu, bersama dengan data GDP Q4 AS, PCE Price Index, dan PMIs global, berpotensi memberi dorongan baru bagi pasangan mata uang ini di tahap akhir pekan. Cetro Trading Insight terus memantau perubahan sentimen dan likuiditas pasar untuk pembaruan selanjutnya.
Jadwal rilis data AS pada paruh kedua minggu ini diperkirakan menjadi faktor penentu arah pergerakan EUR/USD. Investor akan menilai bagaimana lonjakan angka inflasi, pendapatan konsumen, dan belanja rumah tangga mempengaruhi prospek kebijakan moneter kedua bank sentral utama. Data-money flow ini dipandang sebagai petunjuk utama untuk mengatur posisi trading sepanjang minggu.
Fokus utama adalah FOMC Minutes yang akan mengulas pandangan komite mengenai jalur suku bunga. Selain itu, GDP Q4 AS dan PCE Price Index menjadi dua rujukan penting yang bisa mengubah persepsi risiko dan volatilitas. Sesi global PMIs juga memberikan gambaran bagaimana aktivitas ekonomi berkembang secara luas dan mempengaruhi mata uang utama.
Dalam konteks ini, para pelaku pasar disarankan menunggu sinyal konklusif sebelum mengambil posisi baru. Rilis data dan pernyataan kebijakan bisa memperkenalkan tingkat volatilitas yang moderat hingga tinggi, sehingga manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama. Oleh Cetro Trading Insight, kami akan terus menyajikan analisis lanjutan seiring berjalannya pekan ini.