Menurut Carsten Fritsch dari Commerzbank, risiko terbesar saat ini adalah kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran yang berpotensi mengganggu arus minyak dan memperketat pasokan di pasar global. Konflik yang lebih luas bisa memperlambat pengiriman dan menekan inventori. Efeknya bisa meningkat jika jalur utama seperti Hormuz terganggu.
Brent telah naik sekitar 10% sejak awal Februari dan berada di atas USD72 per barel. Loncatan harga ini sebagian didorong oleh premi risiko geopolitik serta penyempitan perbedaan harga untuk berbagai jatuh tempo yang melebar. Investor juga menilai risiko jangka pendek lebih tinggi daripada nilai wajar minyak pada saat ini.
Meskipun demikian, potensi gangguan pasokan bisa diimbangi oleh peningkatan produksi di negara-negara anggota OPEC. Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab dilaporkan masih memiliki kapasitas cadangan yang cukup untuk menahan gangguan sementara. Namun, risiko utama tetap berada pada kemungkinan penutupan jalan perdagangan melalui Selat Hormuz yang bisa memperdalam kekurangan pasokan.
Faktor utama risiko adalah potensi penyekatan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang bisa terjadi jika eskalasi AS–Iran berlanjut. Iran telah menutup selat tersebut selama beberapa jam dalam latihan militer, menunjukkan bahwa tindakan parsial bisa diterapkan tanpa penutupan penuh. Tanpa jalur tersebut, aliran minyak bisa terganggu, dan pilihan alternatif pengiriman menjadi terbatas.
Kapasitas produksi darat untuk menghindari Hormuz terbatas dan kapasitas pipa minyak sudah berada di dekat kapasitas penuh. Dalam skenario gangguan berkepanjangan, pasokan akan menipis dan inventori minyak turun lebih tajam. Pasar juga melihat bahwa sebagian besar peningkatan harga saat ini tidak semata-mata berasal dari permintaan fisik, melainkan risiko premi yang meluas.
Sejak awal Februari, Brent naik sekitar 10% dan menembus level di atas USD72 per barel. Pelajaran utama adalah perluasan premi waktu pada kurva forward, misalnya sekitar USD3,5 untuk pengiriman satu bulan dibandingkan tujuh bulan. Dengan kata lain, pasar telah mencerminkan risiko geopolitik sebagai pendorong utama pergerakannya.