Bank Sentral Filipina (BSP) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Langkah ini diikuti dengan panduan bahwa kenaikan lebih lanjut tetap mungkin terjadi karena inflasi diproyeksikan lebih tinggi dan efek lontaran harga utama mulai terasa. Kebijakan ini menunjukkan bahwa BSP tidak lagi hanya bereaksi terhadap kejutan eksternal, tetapi juga menilai risiko second-round terhadap harga-harga domestik.
Para analis menilai bahwa langkah ini mengurangi risiko BSP tertinggal dari kurva kebijakan sambil mempertahankan dukungan bagi peso, meskipun respons pasar terhadap mata uang tersebut tetap sensitif terhadap impor energi dan dinamika risiko global. Ketidakpastian terkait harga energi serta faktor-faktor pangan membuat pergerakan PHP tetap berisiko meskipun kebijakan saat ini bersifat netral-positif.
Gubernur Remolona menegaskan bahwa setelah fase awal peningkatan, kemungkinan ada kenaikan berikutnya, bahkan sempat dibahas opsi 50bp. Hal ini menandakan fokus BSP pada efek second-round, bukan sekadar respons terhadap tekanan harga eksternal. Meski demikian, kebijakan 25bp dinilai sebagai langkah terukur yang tetap mendorong pemulihan ekonomi dalam jangka menengah.
Pengetatan kebijakan memberikan dukungan relatif bagi PHP karena meningkatkan biaya pinjaman domestik dan membantu menjaga anchor inflasi. Namun peso tetap rentan terhadap gangguan impor energi yang bisa menekan biaya domestik dan memperburuk inflasi inti jika harga energi tetap tinggi. Ketidakpastian seputar gencatan senjata AS-Iran juga menambah volatilitas di pasar valuta asing.
Analisis menunjukkan bahwa arus pergerakan PHP bisa dipengaruhi oleh perubahan harga minyak dan pupuk, yang berdampak pada biaya bahan bakar serta harga pangan di dalam negeri. Sisi risiko eksternal meliputi dinamika suku bunga di ekonomi maju dan arus modal, yang bisa memperbesar volatilitas jika aliran investasi melemah. Kondisi ini membuat arah jangka pendek USDPHP tidak pasti meski kebijakan BSP relatif lebih dukung mata uangnya.
Seiring waktu, respons pasar akan didorong oleh bagaimana kebijakan BSP berkembang dan bagaimana ekonomi domestik menormalisasi pola konsumsi serta pasar tenaga kerja. Investor akan lebih menimbang perubahan inflasi serta respons terhadap dinamika geopolitik dan energi. Pada akhirnya, faktor-faktor ini membentuk kerangka teknikal USDPHP dalam beberapa pekan mendatang.
Secara teknikal, level penting berada di sekitar resistance 60.83 dan support 60.15, dengan 60 sebagai referensi retracement 23,6% dari pergerakan 2026 rendah-tinggi. Level tersebut menjadi batasan penting bagi pergerakan USDPHP dan menjadi patokan bagi trader untuk menilai peluang entry maupun exit. Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara sentimen fundamental dan tekanan teknikal yang ada.
Pergerakan pasar bisa dibatasi oleh faktor-faktor makro global dan volatilitas harga energi, sehingga follow-through USDPHP tidak selalu kuat meski ada dukungan kebijakan. Dalam situasi saat ini, tidak ada sinyal jelas untuk posisi besar tanpa konfirmasi lebih lanjut dari data inflasi atau petunjuk kebijakan yang lebih tegas. Trader disarankan menjaga ekspektasi risk-reward sambil memantau dinamika energi dan kebijakan fiskal.
Secara keseluruhan, analisis menekankan kehati-hatian karena sinyal saat ini lebih bergantung pada faktor fundamental dan kebijakan daripada sinyal teknikal yang kuat. Risiko-imbalan sekitar 1:1,5 menjadi acuan jika peluang entry relevan dengan arah fundamental yang terkonfirmasi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.