Analisis BBH menunjukkan USD/JPY berada dalam fase konsolidasi di sekitar level 160, tepat di bawah resistance utama. Pergerakan ini muncul setelah data CPI Maret yang sedikit lebih panas, sehingga ekspektasi pasar terhadap BoJ untuk minggu depan tetap tidak berubah. Menurut Cetro Trading Insight, pasar cenderung menilai rendah risiko kenaikan suku bunga meskipun ada sinyal positif pada output gap Jepang dan hasil rapat upah.
Data CPI menunjukkan headline CPI 1.5% y/y (vs konsensus 1.4%), didorong oleh item terkait minyak. Core CPI ex fresh food tercatat 1.8% y/y (vs konsensus 1.7%), sedangkan core CPI ex fresh food & energy sebesar 2.4% y/y (vs konsensus 2.5% Februari). Data ini menunjukkan inflasi inti tetap moderat meski ada tekanan jangka pendek dari energi, sehingga BoJ dipandang belum akan mengubah patokan kebijakan.
Indikator CPI inti BoJ yang dirilis menjelang keputusan kebijakan Selasa diperkirakan tetap relevan. Pasar memproyeksikan BoJ akan mempertahankan suku bunga pada 0.75% minggu depan, meskipun ada opini bahwa risiko kebijakan sebenarnya masih ada karena output gap positif 0.45% di Q3 2025 dan adanya pembahasan upah yang kuat. Haddad menegaskan bahwa risiko kenaikan masih tercermin dalam dinamika ekonomi Jepang meski pasar tampak tenang.
Dari sisi teknikal, USD/JPY menampilkan kisaran perdagangan yang sempit di sekitar 160, dengan resistance kunci berada di level tersebut. Pasar menantikan konfirmasi arah setelah CPI dan keputusan BoJ. Breakout ke atas bisa terjadi jika momentum bullish muncul, dengan target di sekitar 161.0–161.5 jika 160 berhasil ditembus.
Secara pasar, konsensus masih mengharapkan BoJ menahan suku bunga minggu depan, meskipun ada pandangan bahwa risiko kenaikan tidak sepenuhnya tercermin oleh harga saat ini. Jika data atau pernyataan BoJ menunjukkan langkah kebijakan yang lebih tegas, USD/JPY berpotensi melonjak melewati 160 dan menguji level lebih tinggi.
Rencana perdagangan yang direkomendasikan: entry long di sekitar 159.98, stop loss di 159.40, take profit di 160.85. Rasio risiko-keuntungan sekitar 1:1.5. Pastikan ukuran posisi disesuaikan dengan toleransi risiko dan volatilitas pasar yang bisa berubah menjelang rilis data ekonomi.
Data CPI Maret menunjukkan headline 1.5% y/y, core ex fresh food 1.8% y/y, dan core ex fresh food & energy 2.4% y/y, dengan kontribusi utama berasal dari item terkait minyak. Inflasi inti tetap dalam kisaran moderat meski ada tekanan harga energi, mendukung skenario kebijakan tetap stabil untuk jangka pendek.
BoJ mempertahankan suku bunga di 0.75% dan akan menampilkan indikator CPI inti untuk melihat dinamika lebih lanjut. Pasar secara umum memperkirakan acara mendatang akan mempertahankan kebijakan, meski beberapa analis menilai risiko kenaikan tetap di meja jika output gap positif dan tekanan upah berlanjut.
Inti narasi pasar adalah bahwa risiko kenaikan BoJ belum sepenuhnya tercermin dalam harga, sehingga peluang bagi USD/JPY tetap ada jika data Jepang membaik secara signifikan. Cetro Trading Insight menyarankan para pelaku pasar untuk menjaga manajemen risiko dengan cermat dan mengikuti rilis data ekonomi secara dekat.