CBR memotong suku bunga utama sebesar 50 basis poin pada Jumat lalu, sebuah langkah yang sebelumnya telah kami prediksi dalam tinjauan kami. Bank sentral juga menegaskan bahwa potensi pemangkasan lebih lanjut tetap terbuka pada pertemuan-pertemuan mendatang. Selain itu, prospek inflasi untuk akhir 2026 meningkat 0,5 persen poin karena kenaikan VAT, sementara Gubernur Nabiullina menunjukkan keyakinan yang lebih besar bahwa suku bunga dapat terus dipangkas.
Proyeksi untuk suku bunga rata-rata pada 2027 juga sedikit direvisi naik, dari kisaran 7,5-8,5% menjadi 8,0-9,0%, meskipun tetap jauh di bawah level saat ini. Perubahan ini menegaskan ruang bagi penurunan lebih lanjut. Pada saat yang sama, asumsi harga minyak untuk 2026 direvisi turun menjadi $45 per barel, turun $10 dari proyeksi Oktober, sehingga neraca perdagangan eksportir energi diperkirakan mengecil.
Keterangan ini menggarisbawahi bahwa kebijakan moneter belum lagi bertujuan menahan pergerakan rouble terhadap dolar atau euro, namun hal itu bisa berbeda jika arus perdagangan secara luas, terutama energi, berkurang. Kami tetap memperkirakan USD/RUB akan bergerak menuju sekitar 100,0 dalam beberapa kuartal mendatang. Analisis ini disusun secara independen dan dikaji oleh redaksi Cetro Trading Insight.
Analisis ini menyoroti bahwa penyesuaian inflasi akhir 2026 naik 0,5 poin persentase, ke rentang 8,0-9,0%, dengan jalur untuk 2027 juga berada di kisaran 8,0-9,0%. Meski valuta Rusia diperdagangkan lebih luas, kebijakan CBR tetap menjadi faktor utama dalam ekspektasi investor mengenai kecepatan penurunan suku bunga di masa depan. Dalam konteks ini, investor perlu memahami bahwa sinyal kebijakan di Rusia membawa risiko serta peluang bagi institusi dan trader ritel.
Selain faktor kebijakan, faktor eksternal yang lebih lemah dan asumsi minyak yang lebih rendah menambah tekanan pada prospek mata uang. Ketidakpastian harga minyak dan perlambatan permintaan global dapat mempengaruhi arus modal dan neraca pembayaran Rusia. Dalam skenario ini, volatilitas pasangan USD/RUB bisa meningkat saat pasar menilai ulang ekspektasi terhadap likuiditas energi dan kinerja ekonomi Rusia.
Sejalan dengan pola yang diulas oleh Cetro Trading Insight, pasar valuta asing bisa melihat USD/RUB menguat menuju target sekitar 100 dalam beberapa kuartal mendatang. Namun pergerakan ini akan bergantung pada dinamika perdagangan energi dan ketahanan neraca current account negara tersebut. Investor disarankan memantau rilis data inflasi, neraca perdagangan, dan harga minyak sebagai katalis utama.