Harga minyak WTI bergerak terbatas di kisaran antara 62.00 dan 63.00 dolar per barel pada Senin, mencerminkan fokus pasar pada dinamika geopolitik dan rilis data ekonomi. Analisis pasar menunjukkan bahwa investor menantikan hasil negosiasi nuklir antara AS dan Iran untuk menilai risiko pasokan jangka menengah. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami faktor-faktor yang membatasi gerak harga.
Upaya kenaikan masih terhenti di atas level 63.00, sehingga potensi rebound jangka pendek tetap terbatas. Sementara itu, level dukungan di sekitar 62.00 telah berhasil menjaga penurunan agar tidak lebih dalam hingga saat ini. Secara keseluruhan, harga crude berada sekitar 4% lebih rendah dari puncak minggu sebelumnya di sekitar 65.65.
Para pelaku pasar cenderung berada di posisi tunggu menunggu pergerakan berita utama. Suasana libur Lunar New Year di Asia dan Presidents Day di AS mengurangi aktivitas perdagangan dan likuiditas. Hal ini membuat pergerakan harga sangat dipengaruhi pelaporan kebijakan dan komentar pejabat alih-alih data teknis saja.
Faktor fundamental utama tetap negociasi AS–Iran. Pemerintah Iran menegaskan bahwa paket energi, pertambangan, dan industri penerbangan sedang dibahas untuk menghasilkan manfaat ekonomi bersama. Artikel ini menilai bahwa perkembangan negosiasi dapat mempengaruhi persepsi risiko pasokan secara global.
AS menyatakan kesiapan mengejar penyelesaian damai, sambil tidak menutup kemungkinan tindakan bila diperlukan. Kabar bahwa ekonomi AS menunjukkan kekuatan dan bahwa OPEC+ mengeksplorasi penyesuaian produksi sejak April turut membentuk gambaran pasokan global. Dampaknya pada harga dipantau para trader secara konstan.
Dinamika permintaan mengalami variasi musiman menjelang musim panas, ketika aktivitas ekonomi di wilayah barat cenderung naik dan permintaan minyak meningkat. Investor juga menilai tren konsumsi energi global dan kebijakan negara produsen utama. Ketidakpastian geopolitik menambah tekanan pada harga meskipun prospek permintaan lebih bullish di era mendatang.
Dengan pasar cenderung menahan diri, para pelaku pasar disarankan memantau update berita saat berita utama muncul. Pendalaman analisis tetap penting agar pembaca memahami bagaimana perubahan negosiasi dapat mempengaruhi arah harga. Laporan ini menekankan pentingnya menjaga ukuran posisi sesuai toleransi risiko.
Dari sisi teknikal, tidak ada konfirmasi sinyal yang kuat pada saat ini sehingga rekomendasi perdagangan spesifik tidak diberikan. Pedagang perlu memahami bahwa pergerakan harga bisa berubah dengan cepat jika berita utama mengejutkan pasar. Oleh karena itu, penggunaan stop loss dan manajemen risiko menjadi bagian penting dari rencana perdagangan.
Bagi pembaca, menyiapkan rencana manajemen risiko yang jelas adalah kunci. Gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko, pertimbangkan skenario volatilitas, dan tetap waspada terhadap perubahan kebijakan negara produsen utama. Menilai kombinasi faktor fundamental dan volatilitas teknikal akan membantu membuat keputusan lebih terukur.