Nilai tukar AUDUSD rebound pasca koreksi dua hari dan kini bergerak mendekati 0.7090 pada sesi Perdagangan Eropa. Cetro Trading Insight menilai pergerakan ini dipicu oleh perubahan sentimen dan dinamika teknikal yang mendukung pembelian mata uang AUD. Meski pasar menghadapi risiko global yang beragam, minat investor terhadap data domestik tetap tinggi dan menambah kilau bagi prospek jangka pendek AUD.
Data teknikal menunjukkan AUD bertahan di atas level support utama meski volatilitas masih relatif rendah. Pelaku pasar menilai arus modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko jika ekspektasi inflasi tetap terkendali. Penawaran beli pada arah jangka pendek muncul seiring respons pasar terhadap berita domestik dan eskalasi sinyal kebijakan.
Secara garis besar, pergerakan AUDUSD dipengaruhi kombinasi data ekonomi Australia dan kebijakan kebijakan global, sehingga arah pasangan ini akan sangat bergantung pada rilis data dan komentar pejabat bank sentral.
Fokus pasar minggu ini tertuju pada notulen kebijakan RBA yang akan dirilis Selasa. Pelaku pasar menelaah bagaimana pandangan komite mengenai arah kebijakan dapat mempengaruhi peluang kenaikan OCR di masa mendatang. Gambaran umum menunjukkan jalur kebijakan cenderung menguat asalkan risiko inflasi tetap berada pada sisi atas.
Gubernur RBA Michelle Bullock menegaskan bahwa jalur kebijakan masih berpotensi naik selama tekanan harga masih naik, setelah OCR dinaikkan 25 basis poin menjadi 3.85%. Pernyataan tersebut menjadi pedoman bagi investor untuk menilai kekuatan pengetatan moneter di Australia. Pergerakan ini diperkirakan akan membentuk sentimen AUD ketika data ekonomi domestik dirilis.
Di sisi lain, pasar juga menantikan risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC) yang dirilis pada hari Rabu untuk konteks kebijakan AS. Perbedaan arah antara kebijakan AS dan Australia bisa memicu volatilitas di AUDUSD jika angka inflasi AS mengejutkan. Secara keseluruhan, notulen RBA dan FOMC memperkaya peluang untuk penyesuaian arus modal dan likuiditas di pasar valuta asing.
Di sisi tenaga kerja, data Januari diperkirakan menunjukkan peningkatan sekitar 20.000 pekerjaan, lebih rendah dari bulan Desember. Laju pengangguran diperkirakan naik menjadi sekitar 4.2%, menambah tekanan pada ekspektasi kebijakan bank sentral. Angka-angka ini diyakini bisa membentuk opini pasar mengenai arah perubahan suku bunga jangka pendek AUD.
Sementara DXY bergerak relatif tenang di sekitar level 97.00 karena suasana libur di Amerika Serikat pada Hari Presiden. Indeks dolar cenderung diperdagangkan defensif meskipun ada dinamika data AS yang akan datang. Pasar mata uang utama tetap waspada terhadap kejutan data dan komentar pejabat bank sentral global.
Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, Cetro Trading Insight menyarankan pembaca untuk memantau rilis data secara berkala sebelum mengambil posisi. Karena informasi pada artikel ini tidak cukup untuk sinyal trading spesifik, rekomendasi tetap netral. Kami mencatat bahwa volatilitas pada AUDUSD bisa meningkat menjelang notulen RBA dan FOMC dalam minggu ini.