Para analis Scotiabank, Shaun Osborne dan Eric Theoret, menyoroti bahwa arah pasar AS akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk dan pandangan terhadap kebijakan Federal Reserve menjelang pertemuan FOMC pada 18 Maret. Mereka menegaskan bahwa penampilan pembuat kebijakan terbatas karena periode blackout komunikasi yang akan datang. Pasar juga telah menilai bahwa perubahan kebijakan kemungkinan tidak terjadi pada rapat Maret, sehingga volatilitas cenderung terbatas.
Data ISM terbaru dan laporan tenaga kerja menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi AS tetap tangguh meski beberapa indikator bergerak lebih pelan. Meskipun klaim awal dan klaim lanjutan menunjukkan pelemahan, hal tersebut tidak cukup menggoyahkan argumen untuk pelonggaran karena tenaga kerja tetap kuat dan permintaan terlihat solid.
Seiring rapat FOMC semakin dekat, pelaku pasar tampak mengikuti arah kebijakan yang telah ditetapkan karena jadwal pembahasan kebijakan relatif tipis sebelum blackout. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 40 basis poin pelonggaran sepanjang tahun ini, namun tidak ada perubahan kebijakan untuk pertemuan Maret atau April, dan ekspektasi pelonggaran sekitar 10 basis poin baru terlihat hingga Juni. Perkiraan potongan 25 basis poin baru tidak sepenuhnya diprioritaskan hingga September, mencerminkan rendahnya ekspektasi akibat data yang lebih kuat serta dinamika konflik AS/Iran. Sementara itu, data ISM mengindikasikan peningkatan signifikan dalam sentimen manufaktur dan jasa, menandakan potensi percepatan aktivitas ekonomi AS.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar berjalan dalam keadaan relatif 'blind' menuju FOMC 18 Maret karena hanya sedikit pejabat yang dijadwalkan sebelum periode blackout.
Ekspektasi pelonggaran telah berkurang karena data yang lebih kuat dan faktor geopolitik, meskipun pasar tetap mempertimbangkan potongan jangka pendek. Secara umum, pasar memperkirakan sekitar 40 basis poin pelonggaran untuk sisa tahun ini, sementara perubahan kebijakan untuk rapat Maret dan April terlihat terbatas.
Imbas data ISM yang kuat pada sektor manufaktur dan jasa mengindikasikan momentum ekonomi yang membaik dan potensi percepatan aktivitas mendatang meskipun ketidakpastian global tetap tinggi.
Bagi investor, arah kebijakan Fed mempengaruhi pilihan instrumen perdagangan. Karena konteks data dan kebijakan yang akan datang, fokus pada manajemen risiko dan rencana trading yang jelas menjadi penting, terutama menjelang periode blackout.
Karena artikel ini berfokus pada gambaran makro dan tidak menyajikan sinyal instrumen tertentu, saran trading disampaikan secara umum: hindari pembukaan posisi baru tanpa sinyal yang kuat, dan sesuaikan eksposur dengan toleransi risiko. Rasio risiko-imbalan sebaiknya dipertimbangkan minimal 1:1.5 jika ada sinyal yang valid.
Penutupan menekankan pentingnya memantau data pekerjaan AS, pernyataan Fed, dan dinamika geopolitik yang bisa meningkatkan volatilitas. Pelaku pasar perlu menyesuaikan ekspektasi dengan rencana jangka menengah dan fokus pada manajemen risiko.