Dolar AS melemah, Emas menguat pada spekulasi pemotongan suku bunga Fed

Dolar AS melemah, Emas menguat pada spekulasi pemotongan suku bunga Fed

Pada minggu yang penuh gejolak, Dolar AS sempat mengalami lonjakan namun kemudian berbalik arah pada hari Selasa, karena investor menimbang ketidakpastian terkait independensi Federal Reserve dan spekulasi mengenai pemotongan suku bunga di masa mendatang. Sentimen pasar tetap rapuh meski data ekonomi menunggu, dan para pelaku pasar membangun ekspektasi tentang arah kebijakan moneter. Perdebatan seputar kendali kebijakan moneter di tengah volatilitas pasar membuat posisi dolar berfluktuasi.

Indeks Dolar AS (DXY) turun ke level support sekitar 99,00, didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS di seluruh kurva. Hal ini mengindikasikan perubahan preferensi investor menuju aset berisiko lebih rendah atau pemulihan lambat di pasar obligasi. Dinamika ini mengarah pada revisi preferensi untuk mata uang utama lain dan menambah tekanan pada dolar secara luas.

Menghadapi Kamis yang penuh rilis data, pasar akan menantikan klaim tunjangan pengangguran, data indeks manufaktur Empire State, serta angka volatilitas lainnya seperti harga ekspor-impor, indeks manufaktur Philly Fed, dan aliran TIC. Selain itu, beberapa pejabat Fed—Bostic, Barr, dan Barkin—diperkirakan berbicara dan menambah arah kebijakan jangka menengah. Investor tetap memperhatikan sinyal kebijakan dari bank sentral untuk menilai kelanjutan tren dolar.

Pergerakan Utama Pasar Forex dan Komoditas

EUR/USD terlihat bertahan dengan bias kenaikan yang lemah, berkeliling di area 1,1650. Pasar menimbang rilis data zona euro dan dinamika kebijakan moneter di Eropa yang dapat memobilisasi arah pasangan ini. Meski ada dorongan positif, momentum masih terbatas karena sentimen global yang tetap rapuh.

GBP/USD membalikkan penurunan hari sebelumnya dan berhasil naik mendekati area 1,3445. Pergerakan kurs pound dipengaruhi ekspektasi pemulihan ekonomi Inggris dan dinamika kebijakan Bank of England. Para pelaku pasar menantikan data pertumbuhan dan neraca perdagangan untuk konfirmasi tren lebih lanjut.

AUD/USD tidak mampu mempertahankan di atas 0,6700 dan turun ke sekitar 0,6680 di tengah aksi harga yang cenderung tidak konklusif. Pasar menanti data inflasi konsumen Melbourne Institute sebagai katalis utama di Australia. Risiko fiskal dan harga komoditas global turut mempengaruhi arah pasangan ini.

Harga Emas, Perak, dan Minyak: Narasi Pasar terhadap Risiko

Harga emas bertepuk tangan di level tertinggi baru, mendekati 4.640 dolar per troy ounce, didorong spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve. Pasar logam mulia mendapat tonase permintaan sebagai penyangga terhadap volatilitas risiko global. Sinyal teknikal juga mendukung cerminan tren jangka menengah meski volatilitas tetap tinggi.

Perak juga melampaui level 92,00 dolar per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah, mendorong pandangan positif terhadap logam industri tersebut. Kenaikan harga logam mulia beriringan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan permintaan industri. Pelaku pasar menilai implikasi dari pergeseran suku bunga terhadap likuiditas dan biaya pinjaman.

WTI berhasil melanjutkan tren kenaikan ke sekitar 62 dolar per barel, karena pelaku pasar terus menilai potensi gangguan pasokan dari Iran. Sentimen risiko yang meningkat serta evaluasi rantai pasokan global mendukung pergerakan harga. Investor juga menimbang data produksi industri dan permintaan global sebagai faktor penentu arah.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image