Dolar AS Tertekan: Fokus pada Kebijakan The Fed, Data Inflasi, dan Pergerakan EURUSD serta Emas

Faktor Dolar AS: Kebijakan The Fed dan Kalender Ekonomi

Dolar AS mengalami konsolidasi dan tekanan jual pada Senin kemarin, sejalan dengan kekhawatiran investor terhadap independensi The Fed serta kemungkinan kebijakan yang lebih dovish dalam beberapa bulan mendatang. Pasar menilai bahwa arah suku bunga bisa berubah seiring pembacaan data ekonomi terakhir. Indeks Dolar AS (DXY) turun dari empat hari kenaikan dan sempat merosot ke sekitar 98,70, menandakan bahwa sentimen pasar sedang berubah sesuai dinamika data dan komentar pejabat bank sentral.

Investasi kini menanti rilis IHK AS yang cukup penting pada Selasa, diikuti indikator lain seperti NFIB Optimism Bisnis, Perubahan Ketenagakerjaan ADP, Penjualan Rumah Baru, serta Indeks Optimisme Ekonomi RCM/TIPP. Komentar dari Williams, Musalem, dan Barkin dari The Fed juga dijadwalkan, berpotensi menggeser ekspektasi kebijakan dan volatilitas jangka pendek. Ketidakpastian ini memperkuat kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko dan pasangan mata uang utama.

Di sisi lain, pernyataan kebijakan The Fed yang lebih dovish jika terealisasi bisa menopang aset berisiko, termasuk logam mulia, sekaligus menjaga ketidakpastian dolar. Investor juga memperhatikan dinamika geopolitik di Timur Tengah serta potensi perkembangan data ekonomi yang bisa mengubah arah pasar. Secara umum, pasar mencoba menilai keseimbangan antara rilis data, komentar pejabat, dan risiko global yang masih ada.

Pergerakan Pasar pada Pasangan Utama dan Komoditas

EUR/USD menguat sedikit dari retracement tajam dan menyentuh batas penghalang sekitar 1,1700. Kalangan trader menimbang bagaimana pertumbuhan ekonomi di Jerman dan wilayah euro akan berkembang, dengan German GDP untuk tahun penuh, produksi industri, serta neraca perdagangan di zona euro yang lebih luas dijadwalkan pada 15 Januari.

GBP/USD melonjak secara tajam karena faktor penunduk dolar, dengan fokus pasar kembali ke level sekitar 1,3500. Data Penjualan Ritel BRC di Inggris akan menjadi tolak ukur berikutnya bagi gerak pasangan ini, sementara investor menilai bagaimana dinamika dolar mempengaruhi ekuitas dan obligasi di wilayah tersebut.

USD/JPY melanjutkan kenaikannya, menembus rintangan 158,00 di tengah perbaikan sentimen risiko secara luas. AUD/USD juga menunjukkan pemulihan dengan cepat, berhasil menembus kembali 0,6700. Selain itu, minyak mentah WTI diperdagangkan positif karena kekhawatiran gangguan pasokan di Iran, sementara emas menyasar level tertinggi baru di sekitar 4.630 dolar per troy ons dan perak melewati 85 dolar.

Arah Pasar ke Depan: Risiko, Data, dan Peluang

Melihat kalender ke depan, rilis data PDB Jerman dan indikator ekonomi utama kawasan euro dapat menambah tekanan pada volatilitas mata uang utama. Sementara itu, sanggupnya The Fed untuk mengubah kebijakan akan menjadi faktor kunci yang mendasari gerak dolar dan aset berisiko sepanjang minggu ini. Pasar akan sangat peka terhadap nada pidato pembuat kebijakan seperti Williams, Musalem, dan Barkin, yang bisa menambah kejutan pada ekspektasi suku bunga.

Risiko geopolitik tetap menjadi peringatan bagi trader, terutama jika potensi gangguan pasokan di Timur Tengah berlanjut. Pergerakan harga emas dan minyak akan menjadi indikator penting risiko global, sementara volatilitas di sektor valuta asing bisa meningkat saat data inflasi AS mengejutkan atau memperkuat prediksi kebijakan bank sentral.

Untuk pelaku pasar, strategi yang bijak ialah fokus pada level teknikal kunci, manajemen risiko yang disiplin, dan pemantauan rilis data ekonomi secara cermat. Menurut analisis ini, rekomendasi trading bersifat umum dan bergantung pada momentum serta realisasi data ekonomi mendatang. Karena sinyal utama dalam artikel ini adalah no, para trader disarankan menunggu konfirmasi data sebelum membuka posisi.

Boost Your Business with Cutting-Edge Marketing Solutions Today

Your ad here
Image