Data CPI Januari yang lebih lemah menambah tekanan pada narasi pelonggaran kebijakan. Pasar menilai peluang pemotongan suku bunga musim panas ini kian nyata meski jalur kebijakan tetap tidak pasti. Indikator CME FedWatch menunjukkan peluang Fed menahan suku bunga pada Maret sekitar 90 persen, memperkuat ekspektasi pasar terhadap langkah berikutnya.
Dow Jones futures naik 0,36% menjadi sekitar 49.750, sedangkan S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures masing-masing naik sekitar 0,39% dan 0,37%. Pergerakan ini mengikuti peningkatan sentimen risiko setelah data CPI menunjukkan bahwa tekanan inflasi menurun. Sesi perdagangan di Amerika Serikat diperkirakan libur karena Presidents' Day, sedangkan aktivitas di Asia cenderung sepi karena perayaan Lunar New Year.
Di luar data inflasi, para pelaku pasar menaruh perhatian pada kekhawatiran seputar belanja modal terkait AI yang tinggi dan potensi gangguan di beberapa industri. Para investor juga memperhatikan kinerja megacap seperti Apple, Amazon, Meta, Alphabet, dan Broadcom yang berakhir melemah pekan lalu. Laporan pendapatan perusahaan berikutnya diperkirakan akan memberikan panduan tambahan bagi arah pasar.
Rangka kebijakan Fed tetap menjadi fokus utama. Alat CME FedWatch menunjukkan hampir 90% peluang Fed menahan suku bunga pada Maret, meningkat dari sekitar 81% seminggu sebelumnya. Pada saat yang sama, pasar memperkirakan pemotongan 25 basis poin pada Juni dengan probabilitas sekitar 52%, menambah jalur kebijakan yang lebih jelas bagi para trader.
Ekspektasi pemotongan di Juni memberi dukungan bagi aset berisiko, meski volatilitas tetap ada karena dinamika AI capex dan risiko struktural di beberapa sektor. Pekan lalu, penurunan pada Dow, S&P 500, dan Nasdaq menyoroti ketidakpastian yang masih membayangi sektor keuangan, layanan, dan teknologi. Laporan pendapatan berikutnya akan menjadi ujian utama bagi investor untuk menilai kelanjutkan tren tersebut.
Dalam konteks saham megacap, investor menilai bagaimana pergerakan laba akan membentuk arah pasar. Sinyal dari hasil kuartalan bisa menjadi konfirmasi apakah momentum kenaikan dapat bertahan. Sepanjang pengamatan, kebijakan moneter dan prospek pendapatan perusahaan tetap menjadi faktor penentu utama arah pasar dalam beberapa minggu ke depan.
Libur Presidents' Day membuat sesi perdagangan di Amerika Serikat lebih singkat, sementara Asia tetap ada libur Lunar New Year. Kondisi ini dapat menekan likuiditas dan membuat pergerakan harga lebih dangkal. Para trader disarankan untuk menyesuaikan ekspektasi mereka, memperhatikan level teknis dan informasi fundamental yang relevan.
Meski ada ketidakpastian, data inflasi yang lebih lemah dan ekspektasi Fed yang lebih dovish membuka peluang bagi pergerakan indeks ke arah kenaikan moderat. Investor juga perlu memantau reaksi pasar terhadap keluaran pendapatan perusahaan besar yang akan datang karena ini bisa menjadi katalis utama untuk pergerakan jangka pendek. Manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas yang bisa meningkat menjelang liburan.
Secara keseluruhan, arah pasar akan sangat bergantung pada data inflasi lanjutan dan kompas kebijakan bank sentral, selain respons pendapatan perusahaan. Cetro Trading Insight menilai bahwa peluang trading pada indeks utama tetap ada asalkan trader menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1 banding 1,5. Rilis data mendatang dan komentar pejabat moneter akan menjadi fokus utama bagi inovator strategi pasar.