Dow Jones Industrial Average menguat sekitar 600 poin, menembus zona 49.600 pada sesi perdagangan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian dari media ekonomi Cetro yang mengamati pergerakan pasar secara cepat dan akurat. Kenaikan tersebut dipicu oleh lonjakan saham-saham farmasi serta progres positif pada beberapa perusahaan kunci.
Saham semikonduktor tetap menjadi fokus volatil, sementara pasar mempertimbangkan dampak kebijakan AI terhadap model bisnis. Rotasi sektor terlihat jelas, dengan investor beralih dari teknologi menuju saham yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi. Pembalikan sentimen ini mencerminkan kekhawatiran berkelanjutan terkait ketidakpastian di sektor AI.
Di tengah pergeseran itu, emas mengalami kenaikan, mendekati level sekitar 5.050 per ounce, mencerminkan permintaan aset safe-haven di tengah volatilitas pasar. Lonjakan harga logam mulia tersebut menandakan keseimbangan antara prospek laba perusahaan dan kekhawatiran soal laju kenaikan suku bunga. Para investor terus memantau laporan laba besar lainnya dan panduan ke depannya.
Eli Lilly melaporkan laba yang disesuaikan sebesar $7,54 per saham dan pendapatan $19,29 miliar, lebih baik dari ekspektasi. Penjualan model obesitas Zepbound dan diabetes Mounjaro memegang kunci pertumbuhan pendapatan. Laba Lilly juga didukung oleh pangsa pasar obat obesitas dan diabetes yang meningkat.
AMD turun sekitar 14% setelah panduan kuartal pertama tidak memenuhi ekspektasi, meskipun pendapatan Q4 mencapai rekor. Perusahaan memperkirakan pendapatan Q1 di sekitar $9,8 miliar dengan deviasi +/- $300 juta, mengindikasikan tantangan di depan. Dampak dari panduan tersebut menekan saham-saham semikonduktor secara luas.
Dalam perbandingan, Novo Nordisk memperingatkan penurunan penjualan dan laba sebesar hingga 13% tahun ini, kontras dengan proyeksi Lilly. Hal ini menunjukkan pergeseran dinamika pasar obat-obatan dan potensi peta persaingan di sektor kesehatan. Pangsa pasar Lilly di AS untuk obat obesitas dan diabetes meningkat menjadi sekitar 60,5% pada kuartal keempat.
Lapor ADP menunjukkan perekrutan sektor swasta hanya bertambah 22 ribu pada Januari, jauh di bawah konsensus 48 ribu. Angka tersebut melanjutkan tren pelambatan perekrutan yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Upah menunjukkan pertumbuhan moderat sekitar 4,5% secara tahunan.
ISM Services PMI tetap positif di 53,8, menandai 19 bulan berturut-turut ekspansi di sektor jasa. Indeks aktivitas bisnis meningkat menjadi 57,4, tertinggi sejak Oktober 2024, sementara pekerjaan naik 50,3. Tekanan harga di segmen jasa juga tetap tinggi, mencerminkan inflasi yang masih menjadi faktor utama.
Saham perangkat lunak melemah kembali karena kekhawatiran dampak AI terhadap model bisnis tradisional. Beberapa raksasa seperti Salesforce, Oracle, dan CrowdStrike masih berada di zona penurunan. Sentimen investor cenderung defensif sambil menimbang peluang di sektor yang lebih sensitif terhadap permintaan ekonomi.