IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Analis pasar mencatat bahwa IHSG berpeluang menguji rentang 8.328 hingga 8.527 sejalan dengan dinamika pola wave yang sedang terbentuk. Meski sinyal positif masih dominan, investasi disarankan memperhatikan area koreksi di kisaran 7.896–8.010. Riset pasar dari MNC Sekuritas menekankan kesiapan IHSG untuk melanjutkan tren kenaikan selama ia berada dalam fase wave [x].
Secara teknikal, level support terdekat terlihat di 7.854 dan 7.654, sementara resistance berada di 8.181 dan 8.318. Dengan adanya momentum beli yang masih kuat, pergerakan indeks cenderung mengikuti aliran permintaan yang relatif tinggi. Pada penutupan sebelumnya, IHSG menguat sekitar 0,30% menjadi 8.146 dengan dominasi volume pembelian yang terus mendukung arah kebijakan perdagangan.
Gambaran ini digunakan sebagai kerangka bagi para investor untuk menyimak saham unggulan hari itu. Meski fokus utama tetap pada pergerakan IHSG, rekomendasi saham spesifik dari MNC Sekuritas muncul sebagai pendorong potensi penguatan lebih lanjut bagi portofolio investor domestik.
Riset yang dirilis oleh MNC Sekuritas menyoroti beberapa saham pilihan untuk dipantau hari ini. Keempat saham tersebut adalah ADRO, BRMS, TKIM, dan TOWR, dengan rekomendasi yang berbeda antara Buy on Weakness maupun Spec Buy. ADRO berada di level Rp2.180 dengan aliran pembelian yang masih kuat, meski kenaikan relatif tertahan oleh moving average MA20. Kondisi ini menjadikan ADRO sebagai kandidat potensial untuk fase awal gelombang lanjutan.
ADRO diperkirakan berada di bagian awal wave [iii] dari wave C, dengan rekomendasi Buy on Weakness pada kisaran Rp2.110–Rp2.150. Target harga yang disorot adalah Rp2.310 dan Rp2.420, sedangkan rekomendasi stop-loss ditempatkan di bawah Rp2.030. Strategi ini menempatkan ADRO sebagai peluang enter dengan risiko terkelola di bawah kendali teknikal yang telah dipetakan.
BRMS, TKIM, dan TOWR juga masuk dalam daftar rekomendasi. BRMS menguat 4,19% menjadi Rp995 dengan konfirmasi posisi di awal wave [b] dari wave 4, sehingga rekomendasinya adalah Buy on Weakness pada Rp945–Rp990. Target tercatat Rp1.095 dan Rp1.165, dengan stoploss di bawah Rp900. TKIM menorehkan kenaikan 0,74% ke Rp6.850, berada pada bagian dari wave [c] dari wave B, dan direkomendasikan Buy on Weakness pada Rp6.700–Rp6.800; Target Rp7.175 dan Rp7.425; stoploss di bawah Rp6.500. Sementara TOWR yang turun 1,85% ke Rp530 diberi rekomendasi Spec Buy pada Rp515–Rp525, dengan target Rp560 dan Rp585 serta stoploss di bawah Rp510.
Dinamika IHSG secara umum menunjukkan peluang penguatan lanjutan menuju level 8.328–8.527, didukung oleh momentum pembelian yang masih kuat meski area koreksi di 7.896–8.010 wajib diwaspadai. Level support kunci berada di 7.854 dan 7.654, sedangkan resistance berada di 8.181 dan 8.318. Investor disarankan untuk menjaga eksposur secara selektif, fokus pada saham-saham dengan sinyal teknikal yang telah teruji, seperti ADRO, BRMS, TKIM, dan TOWR.
Untuk strategi trading, rekomendasi utama adalah membuka posisi long pada ADRO di sekitar Rp2.180 dengan stoploss di Rp2.030 dan target pertama Rp2.310 serta target lanjut Rp2.420. Skema risk-reward mencapai sekitar 1:1,6 jika target Rp2.420 tercapai, memenuhi ambang batas minimal 1:1,5. Skenario lain melibatkan posisi spesifik pada BRMS, TKIM, dan TOWR sesuai level entry yang disebutkan di atas, sambil tetap memantau pergerakan IHSG secara umum.
Penekanan risiko tetap diperlukan. Volatilitas pasar bisa meningkat menjelang rilis data ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor eksternal. Cetro Trading Insight merekomendasikan manajemen risiko yang disiplin, diversifikasi posisi, serta evaluasi berkala terhadap level stop dan target untuk menjaga perlindungan modal sambil mengejar peluang upside yang terukur.