
Satuan US Dollar Index menunjukkan kemampuan bertahan di sekitar level 99.10 karena ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish. Para pelaku pasar menilai bahwa langkah kebijakan mungkin akan lebih agresif untuk menjaga daya saing mata uang utama ini. Cetro Trading Insight mencatat adanya perhatian khusus pada arah kebijakan moneter yang bisa menjaga dolar tetap menarik bagi investor global.
Lonjakan imbal hasil obligasi AS, khususnya catatan 10-tahun, melonjak hingga 4,659 persen—tertinggi sejak Februari 2025—sebelum kembali mendekati level 4,591 persen. Pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi dan menekan laju suku bunga acuan lebih tinggi lagi.
Para analis juga memantau dinamika internal bank sentral AS. Ketua Fed baru yang diantisipasi, Warsh, menjadi fokus bagaimana ia menyeimbangkan dorongan inflasi dengan mandat tradisional lembaga tersebut, sambil menjaga independensi dari tekanan politik eksternal.
Kenaikan imbal hasil memperlihatkan risiko bahwa biaya energi berpotensi memicu tekanan inflasi lebih lanjut, yang pada gilirannya bisa memaksa Fed untuk terus mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat. Pasar menilai bahwa jalur suku bunga bisa tetap terjaga lebih tinggi lebih lama jika tekanan inflasi tidak mereda.
Beberapa analis menyoroti dinamika internal di Federal Reserve, dengan fokus pada bagaimana Warsh akan menyeimbangkan penanganan inflasi terhadap stabilitas ekonomi secara luas. Mereka menekankan pentingnya kebijakan yang konsisten untuk menjaga mandat dan kepercayaan pasar terhadap independensi bank sentral.
Di tengah pandangan yang masih bercampur, dolar sempat menunjukkan headwinds akibat perbaikan sentimen risiko setelah pengumuman Trump yang menunda aksi militer terhadap Iran. Meski ada rencana aksi di masa mendatang, nada pasar menjadi lebih tenang dalam jangka pendek.
Ketegangan geopolitik sempat mereda ketika Trump menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran atas permintaan sekutu Teluk yang ingin memberi ruang untuk diplomasi. Perkembangan ini memberi kejernihan sementara bagi pasar global dan mata uang utama.
Meski demikian, pasar tetap waspada terhadap risiko jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan yang memuaskan. Ketidakpastian politik bisa memicu volatilitas pada arah dolar dan aset terkait seiring dengan pergeseran sentimen investor global.
Dalam konteks investasi, arah dolar akan dipengaruhi data inflasi yang masuk dan bagaimana kebijakan Fed akan berkembang ke depan. Ketahanan dolar akan bergantung pada kemampuan data ekonomi meredakan tekanan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.