Harga emas dunia melanjutkan tren kenaikan hingga lebih dari 2,5%, diperdagangkan di kisaran 4.710–4.715 dolar per ounce menjelang sesi perdagangan Eropa. Minat terhadap aset aman meningkat karena ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran tentang arah kebijakan moneter global. Faktor-faktor ini menjaga daya tarik emas sebagai pelindung nilai di tengah dinamika pasar yang berubah cepat.
Di sisi domestik, emas batangan Antam terpantau tetap kuat dengan harga sekitar Rp2.705.000 per gram, dan sekitar Rp26.545.000 untuk ukuran 10 gram (setelah pajak). Rilis harga harian dilakukan Logammulia.com setiap pukul 08.30 WIB, mencerminkan respons pasar lokal terhadap gerak global saat ini. Kondisi ini menambah daya tarik belanja emas sebagai aset lindung nilai di pasar dalam negeri.
Ketidakpastian geopolitik dan dinamika perdagangan internasional terus membentuk sentimen risiko. Pasar menimbang eskalasi potensi konflik dan respons kebijakan fiskal serta moneter, termasuk data inflasi dan produk domestik bruto yang akan mempengaruhi proyeksi sikap The Fed. Investasi pada emas tetap mengalami dukungan meskipun beberapa faktor menunjukkan dinamika yang lebih kompleks di mata pasar.
\Dari sisi teknis, harga emas berhasil mempertahankan posisi di atas level 4.700, menandai tren naik jangka menengah yang masih terjaga. Momentum pembelian terlihat kuat meski indikator teknikal seperti RSI berada pada area tinggi, yang menandakan kekuatan tren namun juga potensi jeda dalam jangka pendek. Pelaku pasar tetap berhati-hati melihat pergerakan berikutnya.
Level support yang relevan berada di kisaran 4.650–4.680, yang jika dipertahankan akan menjaga bias kenaikan tetap utuh. Di sisi atas, zona resistance 4.750–4.800 mulai menantang kelanjutan tren kenaikan dan bisa menjadi gate penentu arah pergerakan jangka pendek. Penembusan bersih di atas wilayah tersebut akan membuka peluang lanjutan kenaikan.
Secara praktik, indikator utama menunjukkan peluang long setup jika harga tetap berada di atas 4.700 dengan rencana manajemen risiko yang jelas. Target harga di sekitar 4.800 atau lebih tinggi bisa dicapai jika momentum tetap kuat, sedangkan penembusan turun di bawah 4.650 dapat memicu konsolidasi yang sehat sebelum arah baru terbentuk.
\Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan terus membentuk panorama risiko global. Rangkaian peristiwa, mulai dari dinamika konflik hingga rencana tarif, memicu risiko meningkatnya volatilitas pada harga emas. Investor masih menimbang bagaimana data ekonomi utama, seperti PCE inflasi dan angka PDB Amerika Serikat, akan memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed.
Rencana pelonggaran kebijakan The Fed di 2026 telah menjadi tema utama. Beberapa penilai berpendapat bahwa ekspektasi pelonggaran agresif mulai berkurang menyusul data ekonomi yang membaik, sementara pasar menilai fleksibilitas kebijakan yang lebih terbatas. Isu geopolitik seperti konflik Rusia–Ukraina dan gangguan energi di Ukraina juga mempengaruhi dinamika permintaan safe-haven.
Terakhir, suasana pasar menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pelindung nilai utama saat risiko ekonomi dan politik meningkat. Dengan fokus pada data inflasi PCE serta rilis data PDB final, pelaku pasar akan menakar arah kebijakan suku bunga ke depan dan implikasinya bagi pergerakan emas.