Harga emas melonjak ke rekor tertinggi baru melampaui 4700 dolar AS karena meningkatnya permintaan aset defensif. Ketegangan geopolitik serta eskalasi isu perdagangan mendorong investor untuk menempatkan uang mereka pada logam kuning. Analis mencatat bahwa pergerakan ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan persepsi risiko global.
Dolar AS melemah di tengah sikap proteksionis yang meningkat dan komentar terkait Greenland, sehingga emas mendapat support. Ancaman tarif baru oleh Presiden AS terhadap beberapa negara Eropa membangkitkan kekhawatiran perang dagang yang lebih luas dan memperkuat daya tarik safe-haven. Turunnya permintaan terhadap USD memperkaya dasar teknis untuk lanjutnya rally logam mulia.
Rangkaian risiko geopolitik berlanjut, termasuk konflik di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, serta dinamika kebijakan moneter yang dijalankan Fed, tetap menjaga tonase risk-off yang mendukung emas. Permintaan institusional dan ekspektasi dovish dari bank sentral AS menjadi pendorong utama tren naik. Market mood masih rapuh, tetapi dukungan untuk emas tetap kuat.
Secara teknis, XAU/USD berada dalam saluran naik yang terdefinisi pada kerangka waktu 4 jam dan tetap berada di atas moving average utama. Struktur ini menciptakan landasan untuk bias bullish yang berkelanjutan. Para pelaku pasar juga memantau pergerakan harga untuk konfirmasi breakout yang memberi isyarat kelanjutan tren.
Sekarang level 4.700 berfungsi sebagai pivot jangka pendek. Kegagalan bertahan di atas level tersebut bisa memicu koreksi ke 4.650 dan kemudian 4.600. Dukungan lebih dalam tampak di sekitar SMA 100 periode sekitar 4.505, memberikan area bounce potensial bagi pembeli.
Di sisi atas, para pembeli bisa mencoba memperpanjang rally menuju 4.750 dan selanjutnya 4.800 sebagai target psikologis. Indikator momentum menunjukkan RSI mendekati zona jenuh beli di sekitar 70, sementara ADX berada di sekitar 29, menyiratkan tren naik tetap utuh.
Sentimen risk-off dan kekhawatiran geopolitik memperkuat permintaan emas, sementara dolar AS cenderung melemah. Kondisi ini meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai pelindung nilai bagi investor yang ingin mengurangi risiko portofolio. Pergerakan ini mencerminkan pembentukan dinamika pasar yang sensitif terhadap berita global.
Data ekonomi AS yang akan dirilis, seperti ADP, inflasi PCE, dan PDB, serta potensi keputusan kebijakan Federal Reserve, akan menjadi katalis utama dalam beberapa hari mendatang. Pasar juga memantau putusan Mahkamah Agung AS dan isu kepemimpinan Federal Reserve yang dapat menambah volatilitas. Ekspektasi dovish dari The Fed mendukung arah positif untuk emas dalam jangka menengah.
Rencana perdagangan untuk XAUUSD: entri sekitar 4.730 dolar, stop loss di 4.700, target 4.800. Rasio risiko-imbalan mendekati 2.3 atau lebih, memenuhi standar minimal 1:1.5. Pelaku pasar disarankan memantau perubahan data ekonomi dan faktor geopolitik yang bisa mengubah dinamika harga secara tajam.