Menurut Cetro Trading Insight, emas menunjukkan bias positif untuk hari kedua berturut-turut karena kombinasi faktor pendukung seperti ketidakpastian geopolitik, aliran safe-haven dan harapan penurunan suku bunga The Fed. XAU/USD mendapat dukungan dari pelemahan moderat dolar AS yang membuat logam mulia semakin menarik bagi investor global.
Di sesi Asia, XAU/USD bergerak mendekati level 5.200 dolar AS setelah sebelumnya mengalami pullback di akhir pekan. Berbagai faktor fundamental, termasuk dinamika kebijakan perdagangan AS terhadap Iran dan risiko geopolitik, berperan sebagai penggerak utama permintaan emas sebagai aset lindung nilai dan pelindung modal dalam situasi pasar yang tidak menentu.
Dari sisi teknikal, struktur harga emas tetap terlihat bullish dengan harga bertahan di atas 5.100 dan didukung oleh SMA 200 periode di sekitar 4.948. RSI berada di sekitar 59, menandakan momentum beli yang masih kuat, meskipun MACD telah berbalik ke wilayah negatif, mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan belum sepenuhnya mantap. Level support pertama berada dekat 5.150, kemudian 5.100 jika tekanan jual berlanjut; sementara resistensi terdekat berada sekitar 5.220, dengan peluang menembus ke 5.260 jika momentum tetap positif.
Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran tetap menjadi penyokong utama pergerakan harga emas. Pasar menimbang rangkaian pembicaraan tingkat tinggi untuk meredakan sengketa nuklir, di tengah kekhawatiran kemungkinan aksi militer jika negosiasi gagal. Ketidakpastian tersebut menambah daya tahan logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak pasar.
Dukungan kebijakan perdagangan juga menjadi bagian penting. Putusan pengadilan tertinggi yang membatasi sebagian besar rencana pajak impor Trump menambah volatilitas di pasar, sementara ekspektasi terhadap kenaikan tarif hingga 15 persen terlihat mengintai. Aksi ini meningkatkan rasa tidak pasti terhadap rantai pasokan global dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.
Dari sisi kebijakan moneter, meskipun prospek The Fed dinilai hawkish, pasar masih melihat kemungkinan tiga pemotongan suku bunga 25 basis poin dalam beberapa pertemuan mendatang. Ekspektasi ini menambah daya tarik XAU/USD sebagai aset yang tidak menghasilkan yield, terutama jika dolar AS melemah. Sementara itu, kekhawatiran terkait dampak perang tarif terhadap ekonomi global menjaga volatilitas dolar tetap tinggi.
Analisis grafik menunjukkan emas berada dalam posisi untuk melanjutkan kenaikan jika tetap bertahan di atas level 5.100. Break tersebut dianggap sebagai konfirmasi arah tren naik, dengan fokus menuju level resistance yang lebih tinggi. RSI berada di zona positif dan berada di sekitar 59, sedangkan MACD berada di wilayah negatif, menandakan momentum kenaikan belum sepenuhnya mantap.
Level penting yang jadi fokus meliputi dukungan di sekitar 5.150 dan 5.100 sebagai lantai jangka pendek. Jika harga menembus di bawah 5.100, area 5.050 bisa menjadi uji kembali. Di sisi atas, resistensi terdekat berada di sekitar 5.220 dengan potensi ke 5.260 bila momentum tetap positif.
Rencana trading mengikuti prinsip risiko-imbalan minimal 1:1.5. Sebuah posisi long bisa dipertimbangkan jika harga menembus 5.260 dengan target sekitar 5.350 dan stop di 5.100, asalkan dinamika geopolitik tetap mendasari potensi upside. Narasi fundamental tetap menjadi penggerak utama, sementara kerangka teknikal membantu manajemen risiko secara jelas.
| Level | Keterangan |
|---|---|
| 5.260 | Target breakout dan momentum bullish |
| 5.220 | Resistensi terdekat |
| 5.150 | Dukungan dekat |
| 5.100 | Dukungan utama jangka pendek |
| 5.050 | Zona dukungan lanjutan |