Emas Tembus Rekor Tertinggi di Tengah Tariff AS dan Data Tenaga Kerja yang Kuat

Emas Tembus Rekor Tertinggi di Tengah Tariff AS dan Data Tenaga Kerja yang Kuat

Signal XAU/USDBUY
Open4675
TP4975
SL4475
trading sekarang

Harga emas berada di level tertinggi sepanjang masa sekitar 4.675 dolar per ounce pada sesi pembukaan Asia. Momentum ini dipicu oleh pengumuman Trump untuk memberlakukan tarif pada delapan negara Eropa, menambah kekhawatiran akan perang dagang yang kembali memanas. Investor beralih ke emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Tarif yang diumumkan memicu kekhawatiran soal respon balik dari mitra dagang utama, meskipun duta besar UE telah mencapai kesepakatan luas untuk mencegah bea lebih lanjut pada sekutu Eropa. Pasar menilai risiko geopolitik tetap tinggi, sehingga permintaan terhadap emas cenderung menguat. Arah aliran dana ke logam mulia ini juga dipengeruhi oleh ketidakpastian kebijakan internasional.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang kuat mengurangi probabilitas penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Perubahan ekspektasi pada harga kontrak berjangka suku bunga menunda pemangkasan ke bulan Juni dan September, alih-alih Januari dan April. Secara umum, ekspektasi kebijakan yang lebih hawkish menguatkan dolar AS dan menekan aset berimbalan rendah seperti emas, meskipun permintaan safe-haven tetap menopang pergerakannya.

Faktor Makroekonomi dan Kebijakan yang Mempengaruhi Pergerakan Emas

Data tenaga kerja AS yang membaik menambah keyakinan bahwa ekonomi berada dalam tren kuat, sehingga pasar mengurangi peluang pemotongan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Kondisi itu cenderung mempertahankan daya tarik dolar AS, yang pada gilirannya bisa membatasi lonjakan emas dalam jangka pendek. Namun, ketegangan perdagangan dan kebutuhan lindung nilai tetap menjaga emas dalam skala yang lebih tinggi dari biasanya.

Ketegangan antara kebijakan moneter di Amerika Serikat dan risiko geopolitik di Eropa membentuk dinamika baru bagi logam kuning. Tariff AS terhadap mitra Eropa meningkatkan volatilitas, namun dorongan safe-haven mendorong emas untuk mempertahankan levelnya. Pasar juga menilai respons UE yang berupaya menahan eskalasi tarif dengan langkah balasan jika diperlukan.

Secara teknikal, pergerakan harga emas terlihat dekat level resistance sekitar 4.650–4.700 dolar per ounce. Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, skenario upside lebih mungkin terjadi menuju 4.900–5.000. Sebaliknya, support tampak di sekitar 4.600 dan 4.550, yang bisa menahan rally jika sentimen berbalik.

Rencana Trading dan Level Masuk untuk XAUUSD

Bagi trader yang ingin memanfaatkan dinamika ini, bias utama masih bullish untuk XAUUSD dalam jangka pendek terkait eskalasi perdagangan dan data tenaga kerja yang kuat. Konteks makro menunjukkan kombinasi risiko geopolitik dan penguatan dolar bisa memberikan peluang masuk bagi posisi long dengan manajemen risiko yang tepat. Keputusan trading perlu mengikuti konfirmasi teknikal dan kabar terbaru tetap di monitor.

Rencana ini menetapkan level masuk sekitar 4.675 dolar per ounce, dengan target keuntungan di sekitar 4.975 dan stop loss di sekitar 4.475. Rasio risiko-imbalan sekitar 1,5 atau lebih, sesuai standar trading yang prudent. Harap diingat bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan dan trader sebaiknya menyesuaikan ukuran posisi dengan toleransi risiko.

Untuk manajemen risiko, gunakan ukuran posisi sesuai persentase risiko pada akun, pertimbangkan trailing stop untuk mengunci keuntungan, dan patuhi rilis data ekonomi yang berpotensi menggeser arah pasar. Disarankan juga beroperasi pada timeframe menengah hingga dekat dengan volatilitas yang sedang, sambil tetap siap menyesuaikan rencana jika berita utama mempengaruhi pasar emas.

broker terbaik indonesia