EUR/USD memanfaatkan komentar Donald Trump yang membangkitkan optimisme tentang kelemahan dolar. Politik dolar yang lemah mendorong pelaku pasar untuk menggeser fokus ke mata uang euro. Kondisi ini tercermin dalam kenaikan harga lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Para trader juga memperhatikan perbincangan tentang eskalasi perdagangan global yang lebih luas.
DXY turun mendekati level rendah empat tahun, mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak kebijakan perdagangan dan suku bunga AS. Pasar menilai bahwa risiko terhadap dolar masih tinggi jika ketegangan perdagangan meningkat. Data ekonomi AS juga menunjukkan sinyal penurunan kepercayaan konsumen dan kelemahan ketenagakerjaan jangka pendek.
Di sisi lain, pejabat European Central Bank memberikan nada stabil, menjaga kebijakan saat euro sedang menguat. Komentar mereka menambah kepercayaan bahwa kebijakan moneter area euro akan tetap konsisten dalam beberapa waktu. Pergerakan euro didukung juga oleh perbedaan kebijakan antara ECB dan Federal Reserve yang cenderung mengarahkan investor menuju pelebaran spread suku bunga yang menguntungkan euro.
Dari sudut teknis, EUR/USD menembus level psikologis 1.2000 dan melaju menuju target sekitar 1.2100. Momentum terlihat kuat dengan indikator RSI berada di sekitar 76,9, mendekati zona jenuh beli namun tetap mendukung kelanjutan tren. Struktur grafik menunjukkan tren naik yang konsisten sejak beberapa sesi terakhir.
Rintangan teknis berikutnya berada di sekitar 1.2150 dan 1.2200, dengan potensi breakout jika tekanan beli berlanjut. Di sisi bawah, level support berada di 1.1950, 1.1918, hingga 1.1900, yang bisa menjadi titik balik jika sentimen berubah. Analisa ini sejalan dengan dinamika spread suku bunga antara Fed dan ECB yang menipis, meningkatkan prospek pasangan ini untuk bergerak lebih tinggi.
Untuk konteks trading, skenario ini dapat direka sebagai posisi beli dengan open sekitar 1.2037, stop di 1.1950, dan target 1.2200. Rasio risiko-keuntungannya sekitar 1:1.9, memenuhi kerangka kerja manajemen risiko yang wajar. Investor tetap perlu memantau perubahan komentar kebijakan dan data inflasi untuk menilai kelanjutan tren.