John Velis, strategis makro BNY, tetap pada pandangan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tiga kali hingga akhir tahun. Proyeksi ini hampir satu langkah lebih agresif dibandingkan harga pasar saat ini. Dalam laporan kami dari Cetro Trading Insight, Velis menyoroti bahwa meski data tenaga kerja terlihat kuat, basis pekerjaan yang sempit dipicu oleh sektor Perawatan Kesehatan.
Velis menilai inflasi meski membaik tetap di atas target 2 persen. Ia berpendapat jika tren disinflasi berlanjut, suara hawkish di FOMC bisa melemah. Dengan kondisi ini, pelaku pasar tidak bisa mengabaikan risiko bahwa kebijakan akan lebih mudah.
Dia menambahkan bahwa harga pasar masih mengisyaratkan lebih dari dua pemotongan hingga akhir tahun, dengan kontrak OIS Desember menunjukkan pelonggaran sekitar 56 basis poin. Meski kejadian terakhir menantang pandangan Fed, posisinya masih menuntun ekspektasi yang lebih dovish. Hal ini menempatkan fokus pada bagaimana data inflasi dan tenaga kerja akan membentuk keputusan kebijakan selanjutnya.
Data pekerjaan yang dilaporkan secara luas menunjukkan bahwa sebagian besar pertumbuhan pekerjaan berasal dari sektor Perawatan Kesehatan. Sektor acyclic ini telah bertanggung jawab untuk sebagian besar perluasan lapangan kerja sejak 2024. Velis menilai dinamika ini mengisyaratkan bahwa ketahanan lapangan kerja sangat terpusat pada segmen tertentu.
Kondisi ekonomi yang begitu terfokus menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan pekerjaan secara luas jika sektor ini melambat. Inflasi terlihat membaik tetapi tetap tinggi, menimbulkan tantangan bagi jalur kebijakan jangka pendek. Pasar tetap waspada terhadap risiko bahwa disinflasi bisa melambat jika tekanan lain mulai mengangkat harga.
Disparitas antara pertumbuhan pekerjaan dan tekanan harga menuntut kehati-hatian. Data tenaga kerja yang berat pada satu sektor dapat memperumit saat fed mempertimbangkan langkah kebijakan lanjutan. Investor perlu memantau rilis data inflasi dan tenaga kerja secara berkala untuk menilai arah kebijakan berikutnya.
Evaluasi terhadap harga pasar menunjukkan ada jurang antara pandangan bank sentral dan harga yang terakumulasi di pasar. Velis menegaskan bahwa fokus pada inflasi dan pekerjaan akan menjadi penentu utama arah kebijakan. Ketidakpastian tetap ada meski ada sinyal tentang disinflasi yang berkelanjutan.
Hasilnya, pasar saat ini memperkirakan kemungkinan pemangkasan lebih dari dua kali hingga akhir tahun, meskipun konsensus pasar belum sepenuhnya menyelaraskan diri dengan narasi Fed yang lebih dovish. Pergerakan imbal hasil dan mata uang akan responsif terhadap data inflasi di bulan-bulan mendatang. Investor juga memperhatikan dinamika volatilitas pasar obligasi sebagai bagian dari evaluasi risiko.
Dengan kontrak OIS Desember yang mengisyaratkan sekitar 56 basis poin pelonggaran, fleksibilitas kebijakan dapat mendorong volatilitas pasar. Skenario ini menawarkan potensi peluang bagi trader yang menilai dinamika suku bunga dan nilai tukar secara bersamaan, meski risiko tetap ada dalam reward yang diharapkan. Para pembaca disarankan mengkaji rilis data ekonomi berikutnya untuk menilai kekuatan tren disinflasi terhadap arah kebijakan.