Harga emas XAU/USD turun lebih dari 3% dalam perdagangan terakhir, tertekan oleh penguatan dolar AS dan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Pergerakan harian sempat mencapai puncak sekitar 5.000 dolar per troy ounce sebelum melemah ke sekitar 4.869 dolar. Penurunan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang membuat emas lebih rentan terhadap dinamika dolar ketimbang menjadi aset lindung nilai yang dominan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan gambaran analitis yang bisa dipahami oleh pembaca umum.
Indeks dolar DXY naik ke sekitar 97.25 dan imbal hasil obligasi AS jangka 10 tahun stabil di sekitar 4.052%. Kondisi tersebut menambah tekanan pada logam mulia karena biaya peluang untuk memegang aset non yield meningkat, sementara daya tarik emas sebagai aset aman menyempit. Pasar juga mencerna perkembangan pembicaraan antara Washington dan Tehran yang dapat mengubah lanskap risiko global.
Secara fundamental, data tenaga kerja AS dan dinamika manufaktur regional turut membentuk pandangan investor. ADP Employment Change 4 minggu rata-rata menunjukkan penambahan sekitar 10.3 ribu pekerjaan, sedangkan NY Empire State Manufacturing Index menunjukkan perbaikan aktivitas manufaktur di wilayah tersebut. Kombinasi faktor ini menegaskan bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga Fed bisa berubah seiring waktu.
Data tenaga kerja AS tetap menjadi driver utama untuk persepsi kebijakan moneter. Data terbaru menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat, meski ada tanda-tanda pelonggaran bertahap. Pasar memantau perkembangan upah dan aktivitas sektor jasa serta manufaktur regional untuk menilai kekuatan ekonomi secara keseluruhan.
Nonfarm payrolls yang kuat serta ketidakpastian terkait kecepatan pemangkasan suku bunga membuat investor mempertimbangkan jalur kebijakan Fed. Perubahan ekspektasi terlihat pada pergeseran proyeksi pemotongan suku bunga, dengan banyak analis menilai ruang pelonggaran yang semakin terbatas jika inflasi tetap terkendali. Para pelaku pasar menantikan rilis data PCE inti dan GDP Q4 2025 untuk klarifikasi arah kebijakan.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat Fed dan evaluasi terhadap tingkat suku bunga yang diperlukan untuk menjaga inflasi pada target 2 persen. Proyeksi kebijakan tetap hati-hati dan volatilitas tetap tinggi hingga ada bukti bahwa inflasi bergerak ke arah target secara berkelanjutan.
Secara teknikal, harga emas menunjukkan bias bearish dalam beberapa sesi terakhir setelah membentuk serangkaian lower highs. Ketika harga gagal menembus level puncak di sekitar 5.000 dolar, tekanan jual cenderung meningkat dan memberi peluang bagi penurunan berkelanjutan.
Level kunci yang menjadi acuan saat ini adalah 5.000 sebagai resistance utama dan 4.900 sebagai support awal. Jika harga menembus di bawah 4.900, fokus pasar bergeser ke level berikutnya sekitar 4.632 yang sejalan dengan 50-day moving average sebagai penopang utama. Jika harga mampu menembus 5.100 dan bertahan di atasnya, prospek naik tetap terbuka.
Untuk strategi trading, skema risiko-imbalan yang dipertimbangkan adalah posisi jual dengan target sekitar 4.632 dan stop loss di atas 5.000. Rasio risiko-imbalan diharapkan minimal 1:1.5 agar sejalan dengan potensi pergerakan yang diantisipasi. Jika resistance di 5.100 terebut, peluang naik dapat menjadi lebih kuat.