Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, menegaskan bahwa meskipun produktivitas meningkat, kebijakan moneter harus tetap fokus pada inflasi. Respons jangka pendek terhadap masalah yang muncul bisa menimbulkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Perspektif ini penting bagi para pelaku pasar untuk memahami bagaimana kebijakan akan dioperasikan seiring perubahan ekonomi.
Transisi menuju kecerdasan buatan dapat menjadi tantangan bagi Fed untuk dipahami secara menyeluruh. Meskipun kemajuan teknologi berpotensi meningkatkan efisiensi, efeknya terhadap inflasi dan aktivitas tenaga kerja tidak selalu langsung. Bank sentral perlu menilai risiko serta manfaatnya agar tidak mengaburkan jalur kebijakan. Analisis risiko ini juga menuntut pemantauan yang cermat terhadap data produktivitas dan upah.
AS juga kemungkinan menghadapi pengangguran struktural lebih tinggi, sebuah fenomena yang tidak bisa sepenuhnya diimbangi oleh kebijakan moneter. Data terkait ruang kerja yang tidak terpakai (labor slack) menjadi kunci dalam memahami bagaimana pasar tenaga kerja bereaksi terhadap perubahan produktivitas dan teknologi. Guardrails menjaga independensi Fed tetap menjadi isu penting bagi kredibilitas kebijakan.
Dari sudut pandang Cetro Trading Insight, fokus kebijakan Fed pada hasil ekonomi di berbagai kelompok pekerja tetap menjadi pilar utama. Bank sentral menilai bahwa keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan perlu dipertahankan, sambil memantau sinyal dari data tenaga kerja untuk mengukur slack yang ada. Rantai data ini menjadi panduan utama bagi investor dan analis pasar.
Guardrails yang melindungi independensi Fed dipandang sebagai pilar kredibilitas, bukan sekadar formalitas. Ketegasan kebijakan di era AI dan disrupsi teknologis perlu menjaga jarak dari tekanan politik yang dapat menggeser arah kebijakan. Risiko volatilitas pasar bisa meningkat jika ekspektasi inflasi berubah secara mendadak.
Para pelaku pasar perlu memahami bahwa perubahan kebijakan dapat memiliki implikasi bagi aset berisiko dan imbal hasil obligasi. Analisis ini menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang, dengan fokus pada kualitas data tenaga kerja dan dinamika produktivitas. Secara praktis, investor disarankan memantau sinyal fundamental terkait inflasi, pertumbuhan, dan dinamika tenaga kerja untuk menilai peluang di SPX.