USDJPY Tertekan Sambil Pasar Menanti Data AS dan Kebijakan Bank of Japan

USDJPY Tertekan Sambil Pasar Menanti Data AS dan Kebijakan Bank of Japan

Signal USD/JPYSELL
Open154.400
TP152.900
SL155.400
trading sekarang

Pergerakan dolar AS berada dalam tekanan setelah data konsumsi dan biaya tenaga kerja AS menunjukkan pelambatan ekonomi. Data ritel Desember dilaporkan flat 0% dan pertumbuhan tahunan sebesar 2,4%, mengindikasikan pelemahan permintaan domestik. Angka-angka ini juga membuat komponen kendali ritel untuk GDP turun 0,1% secara bulanan, menunjukan perlambatan yang lebih dalam. Pasar menimbang ekspektasi pemangkasan suku bunga di sepanjang periode mendatang sebagai sinyal pelonggaran kebijakan.

Indeks dolar (DXY) bergerak lebih rendah mendekati level terendah lebih dari satu minggu, mencerminkan harapan pelonggaran kebijakan. Pasar menimbang data Nonfarm Payrolls dan Consumer Price Index yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Secara umum, harga konsensus menunjukkan sekitar sekitar 50 basis poin potongan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, USDJPY diperdagangkan sekitar 154,40 pada saat penulisan, turun sekitar 0,95% hari itu, mencerminkan tekanan terhadap dolar AS dan relative stabilnya yen. Pergerakan ini mencerminkan dampak data AS terhadap sentimen risiko serta respons kebijakan moneter global. Investor tetap waspada terhadap volatilitas di pasar valas menjelang rilis data utama.

Di Jepang, yen menunjukkan stabilitas yang lebih kuat seiring berkurangnya risiko politik. Kemenangan telak Partai Liberal Demokratis dalam pemilu parlemen menambah kepercayaan investor terhadap arah fiskal negara, dengan kemenangan 316 dari 465 kursi mematahkan ketidakpastian politik. Kondisi ini memberi ruang bagi kebijakan fiskal yang lebih pro-pasar tanpa meningkatkan beban utang publik secara signifikan.

Para pejabat Jepang menjaga sinyal dukungan terhadap yen, menegaskan kesiapan untuk melawan pergerakan mata uang yang berlebihan. Pandangan pasar menunjukkan bahwa BoJ bisa mempertimbangkan langkah halus menjelang Juli. Beberapa analis menilai kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Juli tetap menjadi skenario utama meski risiko lebih dini tetap ada.

Menurut analisis HSBC, lingkungan politik yang kuat memberi keseimbangan antara opsi fiskal dan rencana penyesuaian suku bunga. Proyeksi umum menempatkan BoJ pada jalur kenaikan 25 basis poin di Juli, sambil mempertimbangkan risiko terhadap perubahan kebijakan yang lebih cepat jika tekanan inflasi meningkat. Bank itu menambahkan bahwa dinamika fiskal Jepang dapat mempengaruhi respons BoJ terhadap perubahan inflasi internasional.

Implikasi untuk Trader dan Strategi yang Bisa Dipertimbangkan

Dengan harga sekitar 154,40, dolar AS menunjukkan dinamika tertekan terhadap yen, yang menawarkan peluang bagi trader untuk memanfaatkan pergerakan pasangan mata uang utama ini. Katalis utama tetap data makro AS dan arah kebijakan bank sentral kedua negara, sehingga volatilitas masih tinggi menjelang rilis NFP dan CPI. Pelaku pasar menilai likuiditas dan volatilitas sebagai faktor penentu arah jangka pendek.

Analisis pasar menunjukkan potensi peluang jual pada USDJPY jika data AS secara lebih lanjut menambah tekanan pada dolar. Trader perlu memperhatikan level teknikal serta volatilitas yang meningkat karena rilis data ekonomi utama. Rencana trading yang disarankan termasuk manajemen risiko yang ketat dan pembatasan kerugian jika pergerakan pasar berbalik arah.

Rencana praktis yang dianjurkan oleh Cetro Trading Insight adalah membuka posisi jual pada USDJPY dengan open di 154,40. Target profit ditetapkan di 152,90 dan stop loss di 155,40 untuk menjaga rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5. Strategi ini memanfaatkan pelemahan dolar bersamaan dengan dukungan yen dan diharapkan memberikan peluang keuntungan yang seimbang saat data AS dirilis.

  • Open: 154.40
  • Take Profit: 152.90
  • Stop Loss: 155.40
broker terbaik indonesia