GBP/JPY turun untuk hari kedua berturut-turut setelah mencapai level tertinggi 212,16, tertekan oleh pasar ekuitas global yang lebih lemah. RSI berbalik menuju 60, menandakan momentum bullish mulai kehilangan tenaga. Kondisi ini meningkatkan risiko retracement meskipun tren utama belum berubah arah.
Penembusan di bawah 210,00 menargetkan 208,95 dan SMA 50-hari di 206,74, sementara 211,00 membatasi kenaikan jangka pendek. Pergerakan harga saat ini mencerminkan dinamika antara tekanan jual dan upaya pembeli untuk mempertahankan level kritis. Investor perlu memperhatikan bagaimana harga merespons di sekitar level kunci tersebut.
Secara teknis, momentum akan tetap berimbang kecuali terjadi penembusan jelas di 211,00 yang dapat memicu pergerakan ke 212,00. Namun jika harga menembus 210,00 secara meyakinkan, skenario downside menuju 208,95 dan bahkan 206,74 menjadi jalan yang lebih mungkin. Analis menyarankan memperhatikan closing harian untuk konfirmasi.
Dari sudut pandang trading, arah tekanan lebih condong bearish jika harga menembus level kunci 210,00. Break di bawah level tersebut membuka peluang penurunan menuju 208,95, dengan konfirmasi pada penutupan harian. Level 211,00 tetap menjadi zona pembatas yang ketat karena tekanan jual di bawahnya lebih kuat dibandingkan potensi pembelian.
Sinyal jual dianalisis dengan open sekitar 210,85, TP 208,95, dan SL 212,00 untuk menjaga rasio risiko-imbalan di atas 1,5:1. Rasio risiko terhadap imbalan diestimasi sekitar 1,65:1 berdasarkan level yang ditetapkan, membuat setup ini lebih meyakinkan jika eksekusi terjadi. Perdagangan perlu konfirmasi melalui candle close di bawah 210,00.
Alternatif skenario bullish muncul jika harga menembus 211,00 dan bergerak menuju 212,00, namun diperlukan konfirmasi yang lebih kuat. Pancangan arah bisa berupa break close di atas 211,00 dengan momentum yang berlanjut. Dalam semua kasus, ukuran posisi harus responsif terhadap volatilitas harian dan ukuran akun.
Faktor eksternal utama adalah penurunan pasar ekuitas global yang menekan GBP/JPY dan menambah beban pada pasangan mata uang yen-pounds saat ini. Pergolakan risiko di pasar global menambah tekanan pada gaya aset safe-haven dan mata uang utama, sehingga pergerakan GBP/JPY cenderung sensitif terhadap sentimen pasar.
Jadwal ekonomi Jepang dan Inggris yang relatif langka membuat pergerakan cenderung bergantung pada perkembangan geopolitik dan selera risiko investor. Ketidakpastian geopolitik dapat memperbesar volatilitas jangka pendek, terutama jika rilis data atau pernyataan kebijakan menimbulkan reaksi pasar yang tidak terduga.
RSI yang mendekati 60 menunjukkan momentum naik mulai melemah, sehingga skenario retracement menjadi lebih mungkin jika level kritis terlewati. Kombinasi level teknis 210,00 dan 211,00 bersama dukungan 208,95 memberi gambaran area penting bagi pengambilan keputusan trading jangka pendek. Warga pasar disarankan memantau pergerakan di sekitar 210,00 dan 211,00 untuk menilai konfirmasi arah selanjutnya.