Analisis OCBC menunjukkan bahwa risiko politik di Inggris terus menahan sentimen terhadap Pound. Kekalahan Labour dalam by-election Gorton meningkatkan peluang adanya tantangan kepemimpinan setelah pemilu lokal bulan Mei. Ketidakpastian politik saat ini menambah premi risiko fiskal yang sudah menjadi isu di pasar.
Data pertumbuhan yang lebih kuat, disinflasi berlanjut, dan pasar kerja yang melunak mendukung pelonggaran kebijakan Bank of England melalui pemotongan suku bunga secara bertahap. Menurut Cetro Trading Insight, sisi fiskal tetap mendapat perlindungan meski ketidakpastian politik masih menggantung di pasar. Kondisi ini menambah ruang bagi pergerakan EURGBP ke arah pelemahan bertahap.
Pelonggaran fiskal melalui gilt issuance memberikan dukungan pada stabilitas fiskal. Saat politik mereda, para analis memperkirakan EURGBP berpotensi mundur lebih lanjut. Perkiraan ini didorong oleh keseimbangan antara letupan risiko politik dan dukungan data makro.
Data pertumbuhan Inggris tetap lebih kuat dari proyeksi pasar. Disinflasi berlanjut meski pelonggaran pasar tenaga kerja terlihat. Kondisi ini mendorong BoE untuk menilai pemotongan suku bunga secara bertahap sambil menjaga stabilitas fiskal.
Di tengah dinamika tersebut, risiko politik terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah mata uang. Para pelaku pasar menilai nilai relatif antara pound, euro, dan mata uang utama lain dengan kehati-hatian. Menurut publikasi analitik, termasuk komentar dari Cetro Trading Insight, fokus utama adalah bagaimana perbaikan makro mengubah lingkup risiko.
Menurut Cetro Trading Insight, ketika ketidakpastian politik mereda, EURGBP cenderung turun kembali ke arah beberapa level support, sehingga peluang jual bisa menjadi bagian dari strategi berisiko yang terukur. Trader perlu memperhatikan level support-resistance kunci dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. Selain itu, tetap waspada terhadap rilis data ekonomi utama yang bisa memicu lonjakan volatilitas.