Hillcon Tertekan Gugatan PKPU terhadap Anak Usahanya: Tekanan Harga Saham Meningkat dan Risiko Investasi

Hillcon Tertekan Gugatan PKPU terhadap Anak Usahanya: Tekanan Harga Saham Meningkat dan Risiko Investasi

Signal H/ILLSELL
Open50.000
TP46.000
SL52.500
trading sekarang

Guncangan hukum menambah beban pada Hillcon Tbk (HILL), perusahaan kontraktor tambang batu bara yang sedang berada di bawah sorotan investor. Penutupan perdagangan awal pekan menunjukkan reaksi pasar yang tajam terhadap informasi hukum yang berkembang. Harga saham yang sempat menyentuh level rendah menegaskan kekhawatiran soal masa depan pendapatan perusahaan.

Sepanjang 12 bulan terakhir, nilai saham HILL anjlok sangat dalam hingga sekitar 88%, mencerminkan tekanan investor. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini turun menjadi sekitar Rp737 miliar, memberikan gambaran bagaimana aset perusahaan tergerus oleh dinamika hukum dan operasional. Di sisi lain, dominasi pendapatan masih bergantung pada satu entitas utama.

Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu, menegaskan bahwa laporan informasi material telah disampaikan terkait gugatan PKPU terhadap PT Hillcon Jaya Sakti (HJS). HJS menyumbang sekitar 99,86% pendapatan Hillcon secara konsolidasi per 30 September 2025, menjadikannya poros utama kinerja keuangan perseroan meskipun kas operasionalnya tetap berjalan.

Gugatan PKPU diajukan terhadap PT Hillcon Jaya Sakti oleh mitranya, PT Tri Nusantara Petromine, yang bergerak di bidang penyediaan bahan bakar solar. Dampak gugatan terhadap aliran kas dan operasional HJS berpotensi mengganggu arus pendapatan Hillcon secara keseluruhan, mengingat HJS menyumbang hampir seluruh pendapatan perusahaan.

Hersan menilai bahwa gugatan tersebut secara materi tidak material karena hanya sekitar 1,73% terhadap pendapatan total perseroan, dengan estimasi nilai gugatan sekitar Rp46 miliar. Namun, konsentrasi pendapatan masih menimbulkan risiko jika persetujuan PKPU mempengaruhi operasional jangka panjang.

Hingga saat ini, pelaksanaan operasional perseroan tetap berjalan, meskipun ada penundaan pembayaran tagihan. Hillcon telah menunjuk kuasa hukum untuk menghadapi PKPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sebuah langkah yang mencerminkan upaya menjaga kelangsungan operasi meskipun ada konten risiko hukum yang sedang dibahas.

Arah bagi investor dan langkah yang bisa diambil

Investor perlu memaknai bahwa konsentrasi pendapatan pada HJS membuat Hillcon rentan terhadap risiko hukum. Meskipun operasional masih berjalan, dampak jangka panjang dari PKPU terhadap kontrak dan pembayaran bisa mempengaruhi arus kas, kapasitas investasi, serta kemampuan perseroan membangun basis pendapatan yang lebih terdiversifikasi.

Dalam konteks laporan hingga September 2025, Hillcon mencatat pendapatan Rp2,79 triliun namun rugi bersih Rp107 miliar dalam periode yang sama. Data tersebut menegaskan bahwa meskipun pendapatan besar, ekuitas perusahaan tertekan oleh biaya, beban hukum, dan potensi keterlambatan pembayaran yang dihadapi anak usahanya.

Para analis melihat masa depan Hillcon terkait kemantapan struktur pendapatan dan penyelesaian sengketa PKPU terhadap HJS. Investor dianjurkan mengikuti pembaruan resmi, mempertimbangkan diversifikasi portofolio, dan menilai peluang manajemen untuk memperbaiki kualitas aset serta tata kelola perusahaan melalui langkah-langkah reformasi. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan dan menyajikan update relevan sesuai dinamika pasar.

broker terbaik indonesia