IHSG siap melangkah lebih tinggi ke awal pekan, memadukan optimisme investor dengan landasan teknikal yang kokoh. Rebound potensi ini terasa nyata meski volatilitas pasar akhir pekan sempat meningkat. Dengan fokus pada level kunci, para pelaku pasar menaruh perhatian pada apa yang akan terjadi di pembukaan pekan ini.
Penutupan Jumat membuat IHSG turun tipis 0,03% menjadi 8.271, mengindikasikan tekanan jual masih ada. Namun kekuatan pembeli yang terlihat pada beberapa saham menjaga arah untuk bergerak lebih lanjut. Analisa dari Riset MNC Sekuritas menegaskan bahwa best case scenario IHSG mampu bertahan di atas 8.170 dan berpotensi menguat membentuk bagian dari wave (c) menuju rentang 8.440-8.503.
Para investor perlu mewaspadai potensi koreksi ke kisaran 8.059-8.119 jika dinamika pasar berubah. Dalam skenario ini, support berada di 8.170 dan 8.025, sedangkan resistance menumpuk di 8.408 dan 8.596. Kondisi ini membuat pergerakan IHSG tetap rentan, meski peluang tetap muncul jika level kunci terjaga.
BIRD atau PT Blue Bird Tbk terlihat menarik untuk dipantau. Saham ini menguat 0,57% menjadi 1.750 dengan dominasi volume pembelian, meski cenderung menyusut. Selama harga berada di atas 1.710 sebagai level stoploss, pola teknikal menunjukkan posisi BIRD berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i], sehingga peluang kenaikan tetap ada.
BRMS, PT Bumi Resources Minerals Tbk, diperdagangkan sekitar 1.060. Meski menguat tipis 0,47%, tekanan jual muncul dan MA20 belum tertembus. Menurut analisa, BRMS berada di bagian wave ii dari wave (c) dari wave [b], sehingga rekomendasinya adalah Buy on Weakness pada rentang 985-1.035 dengan target 1.120 dan 1.225 serta stop below 900.
INCO (Vale Indonesia) menunjukkan respons positif dengan kenaikan 0,73% ke 6.900 dan volume pembelian meningkat, menandai potensi pergerakan ke area target. NICL (PAM Mineral) mengalami koreksi 4,38% ke 1.200 dan belum mampu menembus MA60, namun analisa menyebut posisi saat ini berada di bagian wave B dari gelombang; keduanya menjalankan skema Buy on Weakness dengan peluang kenaikan bagi investor yang bersiap memanfaatkan pullback.
Analisa sinyal trading untuk IHSG menyiratkan peluang beli jika IHSG mampu bertahan di atas 8.170; skenario terbaik memposisikan target di 8.440-8.503, sementara risiko koreksi ke 8.059-8.119 perlu diperhatikan. Kondisi ini menunjukkan peluang jangka pendek yang cukup atraktif bagi pelaku pasar yang disiplin mengelola risiko.
Di sisi saham unggulan, rekomendasi Spec Buy untuk BIRD dan Buy on Weakness untuk BRMS, INCO, NICL menggambarkan sinyal teknikal yang konsisten dengan arah IHSG. Namun investor perlu selektif serta menimbang volatilitas sektoral dan likuiditas harian sebelum entry. Penyesuaian strategi bisa dilakukan dengan penggunaan stop loss yang ketat dan penentuan level target alternatif.
Strategi manajemen risiko mengedepankan rasio risk-reward minimal 1:1,5 dengan open di kisaran 1.750 untuk BIRD serta level SL 1.710 dan target sekitar 1.810-1.835, atau lebih luas sesuai momentum. Rekomendasi ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight (Cetro) untuk membantu pembaca memahami peluang pasar di pekan mendatang.