IHSG Menguat 0,72% di Tengah Tekanan 10 Saham BEI: Analisis Cetro Trading Insight tentang Pekan 18-20 Februari 2026

IHSG Menguat 0,72% di Tengah Tekanan 10 Saham BEI: Analisis Cetro Trading Insight tentang Pekan 18-20 Februari 2026

trading sekarang

Dalam pekan yang penuh gejolak, IHSG berhasil mempertahankan daya tarik investor meski sejumlah saham menghadapi tekanan jual. BEI mencatat IHSG naik 0,72% ke level 8.271, memberikan sinyal adanya minat beli saat pelaku pasar menilai peluang di beberapa sektor. Analisis dari Cetro Trading Insight menyoroti ada dorongan teknikal di balik pergerakan indeks ini, meski sentimen global sempat bergejolak. Pembalikan kecil tersebut menunjukkan bahwa pasar masih mengikuti pola teknikal yang relatif stabil di tengah dinamika makroekonomi yang berubah-ubah.

Meski indeks utama bergerak positif, tidak semua saham mengikuti arah yang sama. Beberapa emiten mengalami volatilitas tinggi dengan tekanan jual yang signifikan, mencerminkan risiko koreksi singkat di area tertentu. Pelaku pasar tampaknya menimbang valuasi dan prospek jangka pendek di sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap sentimen investor, sambil menunggu konfirmasi dari laporan keuangan perusahaan serta arah kebijakan moneter global.

Para investor ritel dan institusi tampak berhati-hati namun tetap mencari peluang di saham dengan fundamental kuat. Secara teknikal, reli IHSG menunjukkan adanya support di sekitar level yang menjadi acuan, meskipun volatilitas masih tinggi di beberapa segmen. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko dan pemantauan harga secara berkala ketika menduduki posisi pada saham-saham berpotensi volatil.

Daftar top losers pekan ini memperlihatkan tekanan jual paling besar pada Hillcon Tbk (HILL) yang terpeleset 27,50% dari Rp80 menjadi Rp58 per saham. Pergerakan tajam tersebut menandakan tekanan likuiditas yang meningkat pada saham berkapitalisasi menengah, serta respons pelaku pasar terhadap dinamika operasional dan prospek masa depan perusahaan. Meski IHSG secara umum positif, gelombang jual di beberapa emiten menunjukkan adanya risiko khusus pada saham-saham dengan volatilitas tinggi.

Diikuti oleh Satu Visi Putra Tbk (VISI) yang turun 24,44% menjadi Rp680, sementara Prime Agri Resources Tbk (SGRO) melemah 23,25% ke Rp6.025. Penurunan berurutan ini mencerminkan tekanan jual yang kuat pada saham-saham yang berada di segmen tertentu, serta kekhawatiran investor terhadap potensi hasil kinerja perusahaan untuk kuartal-kuartal mendatang. Terpantau juga bahwa beberapa emiten berkurang nilainya secara signifikan meski IHSG mencatat kenaikan, menandakan dinamika pilihan saham yang menyeimbangkan antara momentum dan risiko asumsi pasar.

Selain itu, beberapa saham lain juga mengalami pelemahan signifikan seperti KPIG turun 18,59% ke Rp127, LINK turun 15,77% ke Rp2.350, serta BAIK menurun 14,17% ke Rp442. UNIC, TRUK, BIPI, dan ROCK juga tergelincir antara 9,60% hingga 12,87% untuk pekan ini. Skala penurunan yang tersebar menegaskan bahwa tekanan jual tidak terpusat pada satu sektor saja, melainkan terjadi secara luas dengan dampak terhadap likuiditas dan sentimen investor terhadap saham-saham berkapitalisasi menengah hingga kecil.

Dengan demikian, daftar top losers pekan ini menggambarkan adanya dinamika internal di pasar modal Indonesia yang ragu-ragu, di mana beberapa saham terkait sektor properti, teknologi, dan infrastruktur cenderung lebih rentan terhadap perubahan sentimen. Investor disarankan untuk meninjau portofolio secara menyeluruh, memperhatikan level support-resistance, serta mempertimbangkan diversifikasi untuk menghadapi volatilitas tetap tinggi di jangka pendek.

Pertumbuhan IHSG yang masih positif di tengah pelemahan beberapa saham menunjukkan adanya pergeseran fokus investor: selain arah indeks, kualitas laporan keuangan dan fundamental emiten menjadi kunci. Meskipun koreksi di sejumlah saham mencerminkan risiko spesifik perusahaan, peluang bagi investor jangka menengah tetap ada pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas yang cukup. Analisis teknikal dari Cetro Trading Insight merekomendasikan fokus pada saham-saham dengan volatilitas terkendali dan potensi rebound yang didukung berita operasional yang jelas.

Dalam konteks strategi portofolio, para investor disarankan untuk mempertahankan alokasi yang masuk akal, mengurangi paparan pada saham berisiko tinggi, dan menambah eksposur pada saham dengan fundamental solid yang mampu bertahan dari tekanan pasar. Manajemen risiko seperti penempatan stop loss yang proporsional serta peninjauan ulang target harga secara berkala menjadi praktik yang penting, mengingat volatilitas pekan ini bisa kembali berlanjut jika faktor makroekonomi berubah.

Kesimpulannya, meski IHSG menguat 0,72% pekan ini, penurunan besar pada 10 saham BEI menunjukkan adanya risiko volatilitas yang perlu dimitigasi. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan harga, menjaga diversifikasi, dan memanfaatkan analisis lanjutan dari Cetro Trading Insight untuk keputusan yang lebih terukur. Cetro Trading Insight siap membawakan evaluasi lebih lanjut dan rekomendasi praktis untuk keputusan investasi Anda.

broker terbaik indonesia