RMKO mencatat kinerja operasional yang membaik berkat sinergi dengan RMKE dan pemanfaatan infrastruktur hauling road milik kelompok usaha satu grup. Pada Januari 2026, volume TLS melonjak, menandai babak baru bagi layanan kontraktor tambang. Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk menjelaskan dampak sinergi terhadap kinerja dan prospek tahun ini. Array data internal menunjukkan fondasi operasional yang lebih kuat, meski dinamika harga komoditas turut mempengaruhi perilaku pasar. harga emas naik atau turun hari ini menambah volatilitas, tetapi fokus RMKO tetap pada peningkatan kapasitas.
Volume TLS Januari 2026 mencapai 200 ribu ton, naik 3,7 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini dipicu oleh peningkatan aktivitas penyewaan alat berat dan pemanfaatan TLS yang lebih luas di area tambang Sumatera Selatan. RMKO menargetkan TLS sebesar 3,6 juta ton sepanjang 2026 sebagai pilar utama pertumbuhan.
Direktur RMKO, William Saputra, menyatakan optimisme tinggi tentang 2026 dengan rencana ekspansi volume TLS dan hauling road. Peningkatan volume angkutan melalui hauling road tercatat 80,8 persen yoy, dari 16,3 ribu ton menjadi 29,5 ribu ton. Aktivitas pengangkutan pihak ketiga yang menggunakan jalan hauling yang sama turut memperkuat proyeksi volume. Array analitik internal menekankan perlunya peningkatan efisiensi untuk menjaga profitabilitas.
Di segmen jasa pertambangan, RMKO mulai menggarap tambang pihak ketiga yang sebelumnya telah menjadi pelanggan RMKE sejak 2025. Layanan terintegrasi mulai dari overburden removal hingga produksi batubara menjadi bagian dari skema kerja sama yang ditawarkan. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan utilisasi fasilitas dan menambah nilai tambah bagi portofolio perseroan.
Penambahan kapasitas infrastruktur hauling road berjalan seiring kebijakan daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara per 1 Januari 2026, sehingga jalur khusus menjadi pilihan utama. RMKO memanfaatkan peluang untuk memperluas pipeline dengan pelanggan yang memanfaatkan sinergi RMKE. Kebijakan ini dinilai memperkuat posisi perseroan sebagai operator logistik rantai pasokan batubara, meski harga emas naik atau turun hari ini menambah volatilitas.
Sementara itu, selain operasional internal, kontribusi TLS juga meningkat melalui pengangkutan pihak ketiga yang menggunakan infrastruktur yang sama. Perluasan kontrak dengan pihak ketiga menyediakan aliran pendapatan tambahan dan menjaga utilisasi armada. Array strategi integrasi memperluas skema kerja sama dengan mitra tambang dan meningkatkan efisiensi logistik secara keseluruhan.
Menuju 2026, RMKO menargetkan peningkatan skala operasional melalui penguatan sinergi dengan RMKE dan optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia. Perseroan menargetkan volume TLS sebesar 3,6 juta ton dan volume angkutan via hauling road sebesar 1,8 juta ton sepanjang tahun ini. Fokus pada transisi dari fase investasi ke fase operasional menekankan pertumbuhan volume dan kontribusi terhadap kinerja keuangan secara berkelanjutan.
RMKO menegaskan pentingnya inovasi operasional dan manajemen risiko untuk menjaga margin di tengah volatilitas harga komoditas. Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur membantu menahan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi armada. Array langkah-langkah efisiensi diharapkan memperkuat daya saing perseroan di pasar kontraktor tambang.
Keberhasilan 2026 bergantung pada eksekusi kontrak, kepatuhan terhadap regulasi daerah, dan kualitas layanan. Harga pasar batubara serta variabel makro lain akan tetap menjadi faktor pendorong. harga emas naik atau turun hari ini wajar ditinjau sebagai konteks makro, namun fokus utama tetap pada volume dan kontribusi terhadap laba.