PBOC Diperkirakan Pertahankan LPR 3,00% Sambil Menanti Pelonggaran pada 2H-2026

PBOC Diperkirakan Pertahankan LPR 3,00% Sambil Menanti Pelonggaran pada 2H-2026

trading sekarang

Ekonom DBS Group Research, Chua Han Teng, memperkirakan People’s Bank of China (PBOC) akan mempertahankan LPR 1-tahun pada level 3,00% pada rapat 24 Februari. Keputusan ini didasarkan pada data Januari yang masih dalam proses pelaporan sehingga belum menunjukkan arah yang jelas. Pasar juga menantikan konfirmasi apakah tekanan fiskal dan kebijakan moneter akan diarahkan melalui instrumen non-suku bunga. Laporan ini disusun untuk Cetro Trading Insight.

Kebijakan ini mencerminkan nada akomodatif yang hati-hati karena ketegangan geopolitik yang meningkat. PBOC cenderung mengandalkan alat struktural untuk mendukung sektor yang ditargetkan daripada memangkas LPR atau Reverse Repo Rate 7-Hari. Perkembangan ini juga terlihat dari penurunan fix USD/CNY di bawah level 7,0, yang menandakan potensi pelonggaran di jalur lain.

Para analis menilai PBOC tetap menjaga kebijakan yang berhati-hati sambil menahan tekanan untuk mempercepat pelonggaran. Ada ekspektasi bahwa langkah pelonggaran lebih luas akan dilanjutkan pada paruh kedua 2026, meski timing dan ukuran langkahnya masih belum pasti. Ketidakpastian geopolitik menambah tantangan bagi bank sentral untuk menyeimbangkan target stabilitas harga, pertumbuhan, dan nilai tukar.

Penjagaan kebijakan PBOC yang tetap akomodatif dapat membentuk pergerakan USD/CNY dengan arah yang lebih stabil, terutama jika data ekonomi Januari terus menunjukkan pijakan yang moderat. Pelaku pasar valuta asing memantau bagaimana fix harian USD/CNY merespons pernyataan bahwa tidak ada perubahan LPR untuk saat ini. Dalam konteks ini, volatilitas jangka pendek bisa berkurang meskipun sentimen global tetap fluktuatif.

Keberlanjutan kebijakan yang mengutamakan instrumen struktural membantu menjaga arus modal dan mendukung pemulihan sektor terarah tanpa menambah tekanan biaya pinjaman secara langsung. Dampaknya bisa terlihat pada aliran modal ke mata uang China jika kebijakan berjalan sesuai rencana. Namun, pergerakan jangka pendek bisa dipicu oleh perkembangan geopolitik dan data ekonomi regional yang berdampak pada ekspektasi kurva imbal hasil.

Pasar valas tetap rapuh terhadap berita terkait ketegangan politik maupun data produksi dan perdagangan yang berubah-ubah. Investor juga mencermati komentar pejabat yang menekankan kehati-hatian kebijakan, sehingga jalur pelonggaran tampak terjadwal tetapi bukan pasti. Secara umum, aksi jual-beli USD vs. CNY kemungkinan menonjol jika berita global berbalik arah atau data domestik China membaik lebih tajam dari ekspektasi.

Proyeksi kebijakan menuju paruh kedua 2026 menunjukkan PBOC bisa melanjutkan pelonggaran melalui instrumen non-LPR, dengan fokus pada dukungan sektor yang spesifik dan likuiditas jangka menengah. Para analis menilai bahwa data ekonomi yang membaik bisa membuka pintu bagi langkah-langkah stimulus terencana yang tidak langsung menekan biaya pinjaman jangka pendek. Namun skenario ini bergantung pada stabilitas terhadap tensi geopolitik dan keadaan ekonomi global.

Meski ada sinyal pelonggaran, durasi dan besar langkah yang diambil akan disesuaikan dengan perkembangan indikator utama seperti inflasi, kredit, dan produksi industri. PBOC tampaknya memilih jalur berhati-hati untuk menjaga stabilitas finansial sambil meletakkan fondasi untuk pemulihan berkelanjutan. Narasi ini menegaskan bahwa kebijakan akan berjalan lebih pada kebijakan struktural daripada pemangkasan besar secara agresif.

Risiko utama tetap datang dari ketidakpastian geopolitik, volatilitas data makro, serta dinamika perdagangan internasional yang bisa menggeser aliran modal internasional. Investor disarankan untuk memantau rilis data domestik China dan komentar kebijakan bank sentral secara reguler. Secara keseluruhan, skenario base case tetap menunjukkan pelonggaran berkelanjutan dalam jalur yang diperhitungkan, dengan rasio risiko-imbalan yang menarik jika pelaksanaan terjadi sesuai rencana.

broker terbaik indonesia