IHSG Menguat di Tengah Tekanan Asing, RI-AS Sepakati Perdagangan dan Dorong Optimisme Pasar

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Asing, RI-AS Sepakati Perdagangan dan Dorong Optimisme Pasar

trading sekarang

Kondisi pasar pekan ini menunjukkan dinamika yang menarik: IHSG berhasil menguat meski beberapa saham unggulan mengalami tekanan dari aliran asing. Pasar tampak mencoba menimbang peluang pemulihan ekonomi dengan sentimen global yang cukup berubah-ubah. Energi utama investor tetap pada data aliran modal, perkembangan kebijakan, dan arah kebijakan fiskal yang membentuk arah trading selanjutnya.

Menurut data perdagangan pekan ini, net foreign sell tertinggi hadir di emiten batu bara Grup Bakrie-Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp756,87 miliar. Disusul bank terbesar di Indonesia, BBCA, yang dilepas sekitar Rp725,35 miliar meski harga sahamnya naik 0,35% sepanjang pekan. Sementara INKP tercatat net sell Rp203,01 miliar dengan koreksi harga 0,51%.

Secara keseluruhan, IHSG menguat 0,72% secara mingguan meski pada Jumat, 20 Februari 2026, IHSG turun tipis 0,03% ke 8.271,77. Secara akumulatif, investor asing masih mencatat net buy sebesar Rp221,54 miliar pada minggu tersebut. Fenomena ini menunjukkan pasar mencoba menyerap momentum baru sambil memantau berita kebijakan dan dinamika sektor unggulan.

Kesepakatan dagang RI-AS menjadi momen kunci bagi arah kebijakan dan sentimen investor. Kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan final yang menurunkan tarif Indonesia dari 32% menjadi 19% dan membuka akses bagi beberapa komoditas ekspor Indonesia. Langkah ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih sejalan dengan rencana integrasi ekonomi regional dan global.

Tarif 0% akan berlaku untuk segmen minyak sawit, kopi, kakao, karet, gandum, kedelai, komponen elektronik termasuk semikonduktor, serta komponen pesawat terbang. Untuk produk tekstil dan pakaian tertentu, tarif 0% diberlakukan melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ). Kesepakatan ini diharapkan mendongkrak arus investasi dan memperkuat rantai pasok internasional bagi produk Indonesia.

Perjanjian akan mulai berlaku 90 hari setelah ratifikasi dan Indonesia serta AS akan membentuk dewan perdagangan dan investasi untuk menangani ketidakseimbangan. Dua negara juga menandatangani 11 nota kesepahaman senilai USD38,4 miliar untuk kerja sama di bidang mineral penting, hilirisasi silika untuk semikonduktor, pengembangan komoditas pertanian, serta perpanjangan kerja sama terkait Freeport.

broker terbaik indonesia