IHSG pada perdagangan Jumat ditutup melemah, menambah tekanan bagi investor di pasar modal Indonesia. Penurunan ini menjadi bagian dari koreksi yang tengah berlangsung setelah beberapa sesi positif sebelumnya. Pada penutupan, IHSG turun 0,31 persen menuju 8.265,35 poin, dan tercatat net sell asing sebesar Rp2,03 triliun.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan potensi koreksi masih berlanjut pada hari perdagangan berikutnya. Ia menilai pergerakan indeks dipengaruhi sentimen global maupun kondisi domestik yang belum sepenuhnya positif. Fanny menekankan pentingnya kehati-hatian dan pemantauan IHSG untuk peluang jangka pendek maupun menengah.
Di antara saham-saham unggulan hari ini, enam saham pilihan disorot, yakni UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR. Strategi yang direkomendasikan meliputi Buy on Weakness untuk UNTR, PGAS, KIJA, serta Spec Buy untuk ASII, UNVR, MYOR. Ruang pembelian berada pada kisaran yang disebutkan dan targetnya cukup dekat pada level-level kunci.
Dukungan terdekat IHSG berada di kisaran 8.130 hingga 8.200 poin, sedangkan resistance berada di 8.330 hingga 8.430 poin. Kondisi teknikal ini menunjukkan potensi koreksi berlanjut jika IHSG gagal bertahan di area support.
Menurut analisis teknikal, pergerakan harga memerlukan konfirmasi yang jelas melalui breakout atau retest level. Jika IHSG mampu bertahan di atas 8.200, peluang rebound bisa muncul, tetapi jika menembus 8.130, tekanan jual bisa meningkat kembali.
Sinyal perdagangan di segmen ini lebih menekankan pada saham-saham pilihan dengan pendekatan Buy on Weakness. Manajemen risiko menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang tanpa terdampak volatilitas berlebih.
Rekomendasi saham hari ini menampilkan enam opsi yang bisa diakses investor dengan profil risiko berbeda. UNTR dan PGAS mendapatkan fokus utama dengan Buy on Weakness di area pembelian yang telah ditetapkan, sedangkan ASII, UNVR, KIJA, dan MYOR menawarkan peluang Spec Buy di level tertentu.
UNTR berada pada area beli Rp28 000–Rp28 450 dengan cut loss di bawah Rp27 900, sementara ASII diposisikan sebagai Spec Buy di Rp6.700–Rp6.775 dengan target dekat Rp6.825–Rp6.875. PGAS direkomendasikan Buy on Weakness di Rp2.190–Rp2.200 dengan target dekat Rp2.260–Rp2.300. UNVR diperdagangkan sebagai Spec Buy di Rp2.260–Rp2.300 dengan target Rp2.330–Rp2.370. KIJA Buy on Weakness di Rp216–Rp222 dengan target Rp230–Rp240, dan MYOR Spec Buy di Rp2.290–Rp2.310 dengan target Rp2.330–Rp2.360.
Secara keseluruhan, sinyal trading dalam artikel ini bersifat teknikal dengan fokus pada peluang beli terbatas di enam saham pilihan, meskipun IHSG cenderung melemah. Investor dianjurkan memantau level-entry dan mengelola risiko dengan hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara potensi keuntungan dan eksposur terhadap volatilitas pasar.