Menurut analisis Cetro Trading Insight, inflasi barang di AS telah dipengaruhi secara moderat oleh kebijakan tarif yang dikenakan pada beberapa barang impor. Tarif tersebut berdampak pada beberapa sektor harga, meskipun efeknya tidak seragam di seluruh perekonomian. Penilaian ini menyoroti bahwa tarif berperan sebagai faktor tambahan yang membentuk dinamika harga konsumen.
Dari sisi kebijakan moneter, proses penyesuaian tetap menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi. Proyeksi pelonggaran suku bunga acuan ke kisaran 3,25–3,5 persen dinilai sejalan dengan harapan adanya pemulihan lapangan kerja penuh dan stabilisasi permintaan domestik. Langkah ini menunjukkan komitmen otoritas untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tekanan harga.
Adapun dampak fiskal jangka menengah, IMF menekankan perlunya tindakan tegas untuk menurunkan utang publik melalui kombinasi reformasi dan efisiensi pengelolaan belanja. Kebijakan yang konsisten diharapkan mempercepat penurunan defisit sambil menjaga kapasitas investasi dan layanan publik.
IMF menegaskan arah utang publik perlu diturunkan melalui tindakan nyata dan terukur. Peningkatan belanja publik perlu dievaluasi secara cermat, dengan fokus pada efisiensi dan prioritas nasional. Kebijakan fiskal yang konsisten dipandang sebagai faktor kunci untuk mempercepat penurunan defisit dalam jangka menengah.
Defisit yang berkelanjutan menantang pembiayaan jangka panjang dan arus modal. IMF menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural untuk menjaga kredibilitas ekonomi. Upaya reformasi fiskal yang tepat sasaran akan memperkuat posisi AS di pasar global.
Konteksnya menekankan keseimbangan antara dukungan bagi pertumbuhan dan pengendalian utang. Rencana peningkatan penerimaan melalui reformasi pajak bersama efisiensi pengeluaran dianggap kunci untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa menghambat investasi masa depan.
AS tetap menjadi magnet bagi aliran modal internasional, dengan profil risiko relatif stabil dan prospek imbal hasil yang menarik bagi investor asing. Hal ini membantu AS membiayai pengeluaran publik meskipun tantangan fiskal masih ada.
IMF menilai kemampuan negara untuk membiayai pengeluaran jangka menengah bergantung pada penurunan defisit yang berkelanjutan. Kebijakan reformasi fiskal dan dukungan kebijakan yang tepat akan meningkatkan daya tarik AS di pasar keuangan global serta menjaga kelangsungan arus modal.
Secara keseluruhan, gambaran IMF menyoroti dinamika ekonomi AS yang kompleks dengan peluang pemulihan bertahap. Perubahan tarif, suku bunga, dan defisit saling mempengaruhi, sehingga manajemen kebijakan yang terintegrasi diperlukan agar kestabilan dan pertumbuhan tetap terjaga.