Data HICP Zona Euro untuk Januari menunjukkan penurunan tajam menjadi 1,7% secara y/y, sejalan dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti berada di 2,2% y/y, menandakan tekanan harga inti yang tetap moderat meskipun ada dinamika energi. Laporan ini menyoroti bagaimana laju inflasi memengaruhi jalan kebijakan moneter di kawasan euro.
Para analis menilai kejutan data ini memberi ruang bagi ECB untuk mempertahankan suku bunga tanpa perubahan dalam pertemuan mendatang. Ketidakpastian seputar jalannya inflasi membuat bank sentral cenderung berhati-hati menghadapi risiko terhadap target 2%. Dalam konteks ini, pengamat dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas.
Analisis eksternal menunjukkan bahwa meskipun inflasi melambat, tekanan dari sisi permintaan domestik dan faktor fiskal di beberapa negara anggota tetap perlu diawasi. Penurunan inflasi di 2026 diproyeksikan oleh beberapa bank seperti ABN AMRO, dipicu oleh harga energi lebih rendah dan euro yang lebih kukuh, meskipun risiko jangka pendek tetap ada.
Rilis ini menandai awal periode ketika inflasi utama diperkirakan turun di bawah target 2% untuk beberapa kuartal ke depan. Meskipun tren penurunan berlangsung, level inflasi inti yang relatif stabil menambah tantangan bagi perumusan kebijakan di jangka menengah.
Para investor juga menilai potensi langkah ECB untuk menahan suku bunga di beberapa pertemuan berikutnya karena kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya mendekati target. Risiko perubahan kebijakan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga energi, kurensi euro, dan tekanan fiskal domestik yang diperkirakan akan berlanjut hingga 2027.
Dalam skenario jangka menengah, beberapa analis memperkirakan tekanan pada suku bunga bisa berbalik menjadi penyesuaian di arah penurunan jika inflasi terus melaju turun. Namun, risiko terhadap arah kebijakan di 2027 juga meningkat jika permintaan domestik meningkat, didorong oleh pengeluaran fiskal Jerman dan faktor-faktor lain yang memuat tekanan ke atas bagi harga.